BOGOR – Pemerintah menilai kehadiran civil society atau NGO berperan dan memberi pengaruh positif, baik sebagai sumber informasi, maupun advokasi kebijakan publik.
(Baca juga: Cari Formula Reformasi Hukum, Mahfud MD Gandeng Pakar hingga LSM)
“Sebagai sebuah NGO, menjadi luar biasa ketika peduli terhadap pentingnya keberadaan Training Center," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat menghadiri acara puncak 42 tahun WALHI sekaligus peluncuran Akademi Ekologi, di Caringin, Kabupaten Bogor.
Dikatakannya, Kehadiran NGO juga erat kaitannya dengan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Agar peran masyarakat semakin kuat, maka diperlukan pembudayaan lingkungan melalui pendidikan lingkungan atau ekologi berbasis masyarakat.

(Baca juga: Hutan di Jawa Akan Dikelola Khusus Pemerintah, Petani Harapkan Jadi Momen Penghijauan Kembali)
"WALHI tidak tampil sebagai NGO yang sekadar berbeda pandangan dengan pemerintah, atau bahkan menentang kebijakan pemerintah," tandasnya.
Direktur Eksekutif Nasional WALHI Zenzi Suhadi menyampaikan, WALHI tengah menyiapkan Akademi Ekologi di 28 provinsi, yang menjadi tempat belajar dan praktikum ilmu pengetahuan alam dan pendidikan lingkungan, khususnya bagi generasi muda.
"Mereka, generasi muda kita, yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, kita awali langkah mereka dengan perspektif ekologi," jelasnya.
Lebih lanjut Zenzi menyatakan, penyelamatan lingkungan perlu menjadi gerakan sosial dan moral. Karena lingkungan yang baik dan sehat itu, hak sekaligus kewajiban kita semua untuk mengupayakannya.
WALHI menegaskan posisi sebagai wadah atau rumah yang mengkonsolidasikan dan menghimpun kekuatan gerakan rakyat dalam mewujudkan keadilan ekologis.
Ketua Dewan Nasional WALHI Raynaldo G Sembiring, menambahkan, pihaknya terus bergerak dinamis dan kontekstual dengan tetap berpegang teguh pada prinsip perjuangannya. Menurutnya, WALHI memasuki fase yang berbeda dari sebelumnya.
Dengan kondisi belum sepenuhnya lepas dari pandemi dan ancaman resesi, segenap komponen WALHI dituntut harus tetap bekerja melestarikan lingkungan dengan pola-pola adaptif.
"Ada tiga cara untuk kita terus bekerja bersama untuk wilayah kelola rakyat, yaitu konsolidasi pengetahuan, kaderisasi, dan konsolidasi jaringan," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.