Share

Dua Website Milik Dua Dinas di Pemprov Sumsel Diretas, Muncul Lagu Jawa

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 18 Oktober 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 610 2689051 dua-website-milik-dua-dinas-di-pemprov-sumsel-diretas-muncul-lagu-jawa-h7oHUfG0HY.jpeg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PALEMBANG - Dua Website Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel diretas hacker dengan memunculkan tulisan dan lirik lagu berbahasa Jawa didepan laman situs.

Semakin maraknya hacker sekarang ini meretas website yang digunakan institusi dan instansi tanpa tahu maksud dan tujuannya. Kali ini, dua dinas di lingkungan Pemprov Sumsel menjadi korbannya.

Laman depan situs DLHP Sumsel https://dlhp.sumselprov.go.id/ dan dan Dishut Sumsel https://dishut.sumselprov.go.id/ menampilkan tulisan “Aku vs Wong Tuamu“, diikuti tulisan “Hacked By Galang10 Ft PlrGns“.

Selain itu, peretas tersebut memasukkan beberapa bait lagu berbahasa Jawa.

“Senadyan Tresno Aku Mung Iso Meneng Penting Kowe Seneng Opo Wae Tak Lakoni. Uwes Kadung Gejeron Deleh Ati Kleru Panggon

Urip Ilang Semangat Seng Tak Tresno Jebul Waton Raiso Mbedakke Ndi Seng Modus Ndi Seng Tulus Wes Entek Sak Kabehe Bul Atiku Ra Diurus.

"Aku Ora Getun, Yen Due Ati Seng Ringkih

Nangging Aku Iso Nandur Roso Tanpo Pamrih

Opo Kowe Sadar? Atiku Keliwat Jembar Radadi Jodomu, Aku Mung Iso Sabar

AMBYAR” tulis peretas di laman resmi kedua dinas tersebut.

Tak hanya itu, hacker tersebut juga menambahkan sebuah lantunan lagu koplo Jawa sesuai dengan penggalan lirik yang dapat diputar pada situs resmi milik DLHP juga Dishut provinsi Sumsel. Dalam laman situs resmi milik DLHP Sumsel tertulis beberapa nama yang diduga merupakan sebuah organisasi peretasan yang berasal dari Jawa.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Kelelawar Cyber Team – Pancasila Cyber Team – Jawa Timur Cyber Team – Cidro Xploit – Bojonegoro BlackHat – Ponorogo1337 – Ponorogo Black Hat – Ponorogo Cyber Team – Jawa6etar – Ponorogo Hacker Team – Jombang Hacker Crew” Tulis dalam situs resmi tersebut

Belum ada keterangan resmi dari pihak DLHP Sumsel dan Dishut Sumsel ataupun Dinas Kominfo Provinsi Sumsel terkait dengan peretasan yang dialami. Kendati, perestasan tersebut diketahui muncul pada Minggu 16 Oktober 2022.

Saat membuka laman Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Senin 17 Oktober, laman tersebut hanya memunculkan tulisan "This Account has been suspended. Contact your hosting provider for more information".

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Panji Tjahjanto saat dihubungi via whatsapp mengungkapkan, belum tau pasti mengenai peretasan tersebut.

"Saya persisnya belum tahu , nanti saya cari informasi dulu," Singkat Panji.

Peretasan yang dilakukan tidak hanya dialami oleh dua dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel). Diketahui sebanyak enam situs dinas yang berhasil diretas oleh kelompok yang sama.

Kelompok yang menamai diri sebagai Pancasila Cyber Team dan Jombang Hacked Crew Cidro Xploiter Geng10 memamerkan telah meretas enam situs kedinasan yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (blhp.sumselprov.go.id), Dinas Kehutanan (dishut.sumselprov.go.id), Dinas Perpustakaan (dispustaka.sumselprov.go.id), Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (rskgm.sumselprov.go.id) dan Kesbangpol Provinsi Sumsel (kesbangpol.sumselprov.go.id) dan daftarsimdapro.sumselprov.go.id.

Namun sampai Senin (17/10/2022), beberapa situs telah disuspen. Tim Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, sempat berbalas pesan dengan kelompok yang melakukan peretasan tersebut. Kelompok ini mengungkapkan alasan melakukan peretasan.

“Teruntuk pemerintah jangan anggaran bikin website aja yg gede benerin tuh website banyak bug nya wkwkwk developer nya cuma ngopi doang anggaran aja gede website gampang di retas wkwkwk makannya jangan kebanyakan korupsi bos #Dari masyarakat Untuk pemerintah,” kata kelompok tersebut.

“Pemerintah mah mikirin uang koruptor terus min katanya minta dana buat bikin website tapi masih aja jebol website nya,” ungkapnya.

Dikatakan mereka, keamanan situs pemerintah yang diretas tersebut sangatlah lemah.

“Di salah satu subdo sumsel user dan password admin sangat lemah sekali. Kalo bisa situsnya lebih diperkuat lagi keamananya soalnya di beberapa subdo masih ada banyak bug,” terang peretas.

Namun belum diketahui apakah peretas berhasil menguasai daya yang penting.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini