Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Acara Berakhir Rusuh yang Banyak Memakan Korban Jiwa, dari Perayaan hingga Konser Musik

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 03 November 2022 |05:05 WIB
3 Acara Berakhir Rusuh yang Banyak Memakan Korban Jiwa, dari Perayaan hingga Konser Musik
Sepatu dan labu plastik terlihat di lokasi tragedi perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, 30 Oktober 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah perhelatan acara lazimnya berlangsung dengan penuh sukacita dan kesenangan. Namun, sejumlah acara justru berakhir ricuh hingga memakan korban jiwa. Berikut informasinya:

1. Perayaan Hallowen Itaewon 

Perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada 30 Oktober 2022 menjadi petaka. Setidaknya ada 151 orang tewas dalam acara yang dihadiri puluhan ribu orang tersebut. Para korban terjebak di sebuah gang sempit yang dipenuhi banyak orang. Sebagian besar dari mereka tewas akibat henti jantung, usai berdesak-desakan dan terjepit satu sama lain.

Berdasarkan kesaksian Menteri Dalam Negeri Korea Selatan Lee Sang-min, lebih dari 90% korban berhasil diidentifikasi. Sementara sisanya belum dapat dikenali karena satu dan lain hal, antara lain karena merupakan warga negara asing dan masih berusia di bawah 17 tahun. Pemerintah Korea Selatan sendiri menyebut tragedi mematikan ini sebagai peristiwa paling kelam dalam sejarah negaranya.

BACA JUGA: Hari Ini, Polisi Periksa 15 Saksi Tambahan Terkait Tragedi Kanjuruhan 

2. Tragedi Kanjuruhan

Pertandingan sepak bola antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 di stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia berakhir ricuh. Peristiwa itu menyebabkan setidaknya 132 orang tewas usai kericuhan. Tragedi bermula ketika Aremania turun ke lapangan usai wasit meniup pelut tanda berakhirnya pertandingan. Para suporter terlihat kecewa lantaran Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya. Karena semakin banyak Aremania yang berlarian ke lapangan, petugas keamanan terlihat berusaha untuk menetralkan keadaan agar kembali kondusif. 

Sayangnya, gas air mata harus diluncurkan ke arah penonton di tribun. Hal itu lantas membuat penonton lain panik serta berhamburan untuk menyelamatkan diri. Di titik inilah, banyak dari mereka yang terjepit dan terinjak-injak penonton lainnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement