Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Permintaan Khusus Joe Biden Hadiri KTT G20, Pesawatnya Harus Diparkir Jauh dari Penerbangan Komersil

I Gusti Bagus Alit Sidi , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |18:59 WIB
Permintaan Khusus Joe Biden Hadiri KTT G20, Pesawatnya Harus Diparkir Jauh dari Penerbangan Komersil
Pesawat Air Force One (Foto: MPI)
A
A
A

BALI - Pemerintah khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hingga kini terus membahas teknis parkir pesawat kepala negara yang hadir pada konferensi tingkat tinggi (KTT) G20, 15-16 November 2022 mendatang, di Bali.

Apalagi sejumlah negara memiliki permintaan khusus, salah satunya Amerika Serikat yang berkeinginan pesawat kepresidenan air force one diberikan slot parkir di pinggir laut dan jauh dari pesawat komersial.

Kedatangan puluhan kepala negara membuat pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, cukup dibuat pusing dengan pengaturan parking stand.

Apalagi khusus untuk ketersediaan parkir pesawat KTT G20, pengelola Bandara Ngurah Rai hanya menyiapkan 40 parking stand dari total 62 parking stand yang tersedia.

Sebanyak 40 parking stand tersebut nantinya diperuntukkan khusus bagi parkir pesawat kepala negara, militer, serta, rekonfigurasi. Berdasarkan data sementara, akan ada 13 pesawat kepala negara yang terparkir di area apron Bandara Ngurah Rai.

Pesawat yang tidak mendapat parkir stand di Bandara Ngurah Rai selanjutnya dialihkan kesebelas bandara pendukung yang dipersiapkan untuk kepentingan penempatan pesawat udara VVIP KTT G20. Tidak hanya dipusingkan dengan keterbatasan jatah parking stand yang tersedia, alotnya teknis parkir pesawat kepala negara juga menjadi tantangan tersendiri.

Hal tersebut lantaran sejumlah negara memiliki permintaan khusus, seperti Amerika Serikat yang ngotot agar pesawat kepresidenan Air Force One diberikan slot parkir di pinggir laut dan jauh dari pesawat komersial.

Pemerintah berdalih hal tersebut bukan permasalahan serius karena hanya menyangkut teknis semata. Setiap negara tentunya memiliki pertimbangan tersendiri, namun yang memutuskan hal tersebut menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri.

"Permintaan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat agar parking stand dekat dengan laut diperkirakan berkaitan dengan pertimbangan keamanan agar alutsistanya terpisah dari area pesawat komersial," kata Dirut PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement