Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Warga yang Sudah Beralih ke TV Digital, Tayangan Sering Ngelag

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |12:36 WIB
Cerita Warga yang Sudah Beralih ke TV Digital, Tayangan Sering Ngelag
Keluhan warga soal TV Digital/Ari Sandita
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah telah mematikan siaran TV Analog dan beralih ke siaran TV Digital sejak beberapa waktu lalu.

Namun, masih saja ada warga yang mengeluhkan tentang peralihan tersebut, baik dari segi sinyal maupun gambar yang kerap ngelag.

Misalnya saja salah satu warga yang tinggal di kawasan Jalan Musholla, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Aryo mengatakan, kala pertama kali dia beralih dari TV Analog ke TV Digital, dia harus merogoh kantongnya sekira Rp250 ribu guna membeli Set Top Box dan antena digital sekira Rp100.

Pasalnya, TV miliknya meski sudah keluaran baru, tapi belum mendukung sistem digital.

"Gara-gara peralihan, mau gak mau harus beli STB, kalau tidak gak ada gambarnya. Kalau saya sih tak masalah gak lihat TV kan, tapi anak saya yang kecil kan suka nangis nonton kartun. Harusnya sekalian saja kalau mau bagikan STB gratis ke semua lapisan masyarakat," ujarnya saat berbincang di lokasi, Jumat (11/11/2022).

Menurutnya, kala pertama kali dia beralih, awalnya hanya ada 5 chanel TV saja hingga akhirnya pasca diutak-atik olehnya, ada sejumlah chanel lainnya yang tertangkap, khususnya chanel TV nasional.

Meski siaran TV Digital dari segi gambarnya terbilang baik, hanya saja sinyal siaran TV Digital masih tergolong buruk dan kerap patah-patah gambarnya.

"Sinyalnya masih jelek banget, kita kalau mau dapat channel banyak harus ditinggikan antenanya. Kalau tidak yah gak dapat semuanya, malah seringan no signal, punya saya kan antenanya masih di dalam, harus beli kabel lagi kalau mau di taruh di luar," tuturnya.

Alhasil, paparnya, dia pun jarang menggunakan siaran TV Digital di rumahnya.

TV miliknya itu kini lebih sering dipakai untuk menonton video-video yang ada di YouTube hingga berselancar di internet.

"Jarang saya pakai buat TV, kebetulan saya punya alat yang buat WIFI itu, jadi biar bisa dikonekin sama handphone. Saya pakai buat nonton Youtube saja," katanya.

Sementara itu, warga lainnya yang tinggal di kawasan Ketapang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Saidi mengungkapkan, pasca dia menggunakan TV Digital sejak peralihan tersebut, ternyata siaran TV Digital tak jauh lebih baik dari siaran TV Analog dahulu.

Meski memang dari segi kualitas gambar tergolong lebih baik.

"Kalau saya perhatikan nih, sama saja gak ada bagus-bagusnya seperti yang diomongin pemerintah. Suka ngelag begitu gambarnya kalau lagi nonton meski jernih, patah-patah gak gerak. Kalau analog kan gak ngelag tapi renyek, tapi jalan terus gambarnya," katanya.

(Natalia Bulan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement