Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pahlawan Nasional, Arnold Mononutu, Sang Tokoh Pergerakan Kemerdekaan asal Minahasa

Alfilya Tri Maulina , Jurnalis-Sabtu, 12 November 2022 |15:00 WIB
Kisah Pahlawan Nasional, Arnold Mononutu, Sang Tokoh Pergerakan Kemerdekaan asal Minahasa
Arnoldus Mononutu (Wikipedia)
A
A
A

Sewaktu di Ternate dan Manado

Mononutu menetap di Manado hingga 12 tahun. Ia bekerja sebagai direktur koperasi kopra. Banyak Petani yang terlilit hutang akibat ketidakstabilan harga jual. Sebagai direktur, Mononutu mencari kredit dari Bank “Pengkreditan Rakyat” atau saat ini bernama Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menutupi hutang para Petani.

Pada 1942 Mononutu dicari Jepang akibat sikap nasionalismenya. Namun, Mononutu melarikan diri ke Pulau Ternate berkat bantuan orang Jepang yang memiliki rasa simpati terhadap Mononutu.

Terlibat Kemerdekaan Indonesia

Setelah mendengar kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Mononutu mencari cara agar masyarakat Maluku utara bersikap baik terhadap Proklamasi. Mononutu sebagai salah satu pendiri organisasi politik yang diberi nama “Persatuan Indonesia”. Belanda saat itu berupaya untuk mencari solusi federal bagi Indonesia. Salah satunya pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) tahun 1946 setelah merdeka. Mononutu menjadi anggota parlemen NIT yang berusaha membujuk anggota lain mendukung gagasan NIT dengan NKRI.

Setelah Indonesia mendapat serangan militer Belanda. Mononutu mendirikan organisasi “Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”. Tujuan Organisasi ini dibuat untuk menindak Belanda untuk mempertahankan Indonesia sebagai jajahannya. 1949 NIT diganti menjadi Republik Indonesia Serikat(RIS) dan bubar pada 17 Agustus 1950.

Penghargaan

Setelah itu Mononutu diangkat menjadi menteri penerangan di pemerintahan Indonesia dan mendapat kesempatan sebanyak tiga kali. Selama menjadi menteri penerangan ada beberapa konflik di daerah Jawa Barat namun ditanggapi oleh Mononutu dengan mengunjungi wilayah tersebut dengan mempromosikan cita-cita bangsa yang harus bersatu.

Pada 1960, Mononutu diminta menjadi rektor Universitas Hasanuddin. Kemudian tahun 1961 dianugerahi “Bintang Mahaputra Utama” yang berikan oleh warga Indonesia.

Pada 10 November 2020, Mononutu mendapat gelar kembali sebagai pahlawan nasional Indonesia yang langsung diberikan oleh bapak Presiden Joko Widodo dalam Upacara hari pahlawan di Istana Negara.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement