JAKARTA – Memori Kolektif Bangsa (MKB) menjadi suatu hal yang diperankan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Untuk itu, Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M. Hum. mengulik tentang MKB.
“Memori kolektif bangsa itu kalau kita lihat dari kata-katanya kan terdiri dari tiga kata. Pertama, memori. Kemudian kalau kita gabungkan menjadikan klausa namanya memori kolektif dan kemudian kita jadikan frasa menjadi memori kolektif bangsa,” jelas Imam dalam program Special Dialogue Okezone.
Imam menjelaskan bahwa memori merupakan proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi serta pengetahuan yang ada di dalam pikiran.
Setelah itu, memori kolektif adalah informasi atau pengetahuan yang ada di dalam pikiran manusia dan sekelompok manusia yang memiliki satu kesatuan yang sifatnya kolektif atau memiliki kesamaan.
Sementara MKB merupakan rekaman informasi atau pengetahuan. Bisa dengan berbagai macam media, misalnya kertas, film, mikrofilm, foto, dan lain-lain. Rekaman informasi dan pengetahuan itulah yang menjadi memori bersama sebuah bangsa.
“Harus ada memori bersama dari sebuah bangsa yang menggambarkan mosaik dan sejarah perjalanan bangsa yang juga merupakan kekayaan nasional yang kemudian ia bisa menjadi identitas dan jati diri bangsa,” ungkap Imam.
Mengenai MKB ini bisa berupa pencapaian, prestasi, karya cipta rasa karsa, dan sebagainya. Selain itu, dapat pula tentang peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi di masa lalu. Entah itu keberhasilan, kegagalan, baik, atau buruk.