Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Hadiri KTT G20, Wapres: Kalau Semua di Bali Nanti di Jakarta Tidak Ada

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 17 November 2022 |18:51 WIB
Tak Hadiri KTT G20, Wapres: Kalau Semua di Bali Nanti di Jakarta Tidak Ada
Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin turut merespons pertanyaan publik terkait ketidakhadirannya di agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Wapres pun menegaskan bahwa dirinya telah ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengawal agenda kenegaraan di Ibu Kota Negara, Jakarta. Bahkan, Wapres sebelumnya juga menghadiri agenda sidang perubahan iklim COP 27 di Mesir.

“Wakil Presiden, saya kebagian kemarin pergi ke Mesir untuk mengikuti sidang perubahan iklim. Dan kemudian saya menunggu di Jakarta menghadiri berbagai (acara),” kata Wapres di sela membuka forum H20, Kamis (17/11/2022).

“Kalau semua nanti di Bali, itu nanti di Jakarta (Ibu Kota Negara) tidak ada. Padahal tugas-tugas lain saya juga mesti menghadiri berbagai kegiatan. Jadi nanti vakum, namanya itu,” tandasnya.

Baca juga: Dua Pesan Wapres ke Pimpinan PP Muhammadiyah Jelang Muktamar di Solo

Wapres juga mengatakan bahwa agenda G20 merupakan hajat dari pemerintah. Oleh karena itu semua elemen pemerintahan ikut serta dalam agenda ini.

Baca juga: Ungkap Keberhasilan KTT G20 di Bali, Wapres: AS-China Sudah Mulai Berdialog

“Saya kira kan G20 kan sudah menjadi apa namanya itu hajatnya pemerintah ya. Artinya pemerintah itu seluruh Presiden, Wakil Presiden dan juga menteri-menteri,” ujarnya.

Meski begitu, kata Wapres, tidak harus semua pemerintah ada di Bali untuk menghadiri G20. “Oleh karena itu, di G20 itu kan cukup kepala negara, cukup diwakili oleh Presiden dan oleh menteri-menteri yang memang ditugaskan untuk hal itu.”

“Jadi, tidak harus semua harus ada di sana ya,” tegasnya.

Wapres mengatakan jika bahwa dirinya juga sudah terlibat dalam proses persiapan-persiapan penyelenggaraan G20.

“Dan kita mengharapkan waktu itu bahwa penyelenggaraan Indonesia itu jangan seperti yang pernah dilakukan oleh negara lain, yang ternyata kurang memuaskan. Jadi, Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik, yang orang lain merasa puas, merasa aman, merasa nyaman itu. Sebelumnya saya juga lihat. Jadi, itu hanya pembagian tugas saja. Saya kira itu,” tutup Wapres.

Baca juga: Cerita Unik Sri Mulyani Bertemu Mantan Menkeu yang Kini Jadi Perdana Menteri

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement