Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisruh Relokasi SDN 1 Pondok Cina, Ridwan Kamil Jawab Wali Kota Depok: Musyawarah atau Batalkan!

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Kamis, 17 November 2022 |17:50 WIB
Kisruh Relokasi SDN 1 Pondok Cina, Ridwan Kamil Jawab Wali Kota Depok: Musyawarah atau Batalkan!
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Dok/Agung Bakti Sarasa)
A
A
A

BANDUNG - Pembangunan masjid di atas lahan SDN 1 Pondok Cina, Depok memicu polemik di masyarakat. Hingga menyeret Pemprov Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun buka suara. Pihaknya mengklarifikasi tudingan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

BACA JUGA:Menangis Sesegukan, Orangtua Siswa SDN Pondok Cina 1 Mengadu ke DPRD Depok 

Dalam rencana ini, kata Kang Emil, Pemprov Jabar hanya menampung aspirasi dari pemerintah daerah. Apapun bentuk pembangunannya, pihaknya hanya meminta pemerintah daerah memastikan lahan yang digunakan sudah baik dan aman.

"Dalam kasus ini sebenarnya sederhana. Pemerintah Provinsi Jabar kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah. Mau Alun-alun silakan, mau pariwisata, gedung kesenian maupun masjid/rumah ibadah, silakan," tulis Ridwan Kamil dalam Instagram resminya @ridwankamil, Kamis (17/11/2022).

"Dan rumusnya sederhana saja, jika anggaran bantuan datang dari provinsi maka tugas kota/kabupaten lah menyediakan lahannya dengan baik dan aman. Itulah yang terjadi dalam situasi rencana pembangunan masjid di lahan SD Pondok Cina 1," tambahnya.

BACA JUGA:Kisruh Relokasi SDN Pondok Cina 1 Depok, Kadis PUPR Minta Maaf 

Ridwan Kamil menambahkan, sejauh ini pihaknya hanya mendapatkan laporan bahwa lahan untuk pembangunan rumah ibadah di lahan SDN 01 Pondok Cina, Depok itu sudah aman.

"Selama ini pihak Pemprov dilapori pihak Pemkot Depok bahwa lahan sudah aman terkendali dan sudah akan ada rencana relokasi untuk Sekolah Dasar tersebut," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement