Share

Sugiono 'Babi' dan Empat Tersangka Penembakan Istri TNI di Semarang dilimpahkan ke Kejaksaan

Eka Setiawan , MNC Portal · Jum'at 18 November 2022 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 512 2710081 sugiono-babi-dan-empat-tersangka-penembakan-istri-tni-di-semarang-dilimpahkan-ke-kejaksaan-dNQnZn01oR.jpg Foto: MNC Portal

SEMARANG – Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang melakukan pelimpahan tahap 2 atas kasus penembakan istri anggota TNI ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Jumat (18/11/2022).

Sebanyak 5 tersangka  penembakan Rina Wulandari dan barang buktinya diserahkan ke jaksa di Kantor Kejari Semarang.

(Baca juga: Hati Kopda Muslimin Hancur Ditinggalkan Selingkuhan Usai Penembakan Istrinya)

Kelima tersangka yang diserahkan ke jaksa itu; Sugiono alias Babi (41) eksekutor penembakan, dia warga Kab. Demak, Agus Santoso (43) warga Kab. Magetan sehari-hari berprofesi sopir, Ponco Aji Nugraha (26) warga Tlogosari Kota Semarang sehari-hari berprofesi sebagai ojek online, Supriyono (44) warga Genuk Kota Semarang.

Tersangka selanjutnya adalah Dwi Sulistyo (37), pedagang, warga Kabupaten Sragen. Dwi ini adalah orang yang menyediakan senjata api jenis pistol beserta pelurunya. Pistol itu dijual Dwi ke Sugiyono.

Aneka barang bukti yang dilimpahkan ke kejaksaan itu mulai dari pakaian dalam korban dengan noda bercak darah, aneka sepeda motor yang digunakan saat eksekusi hingga sebuah mobil Toyota Calya. Mobil itu adalah mobil rental yang digunakan para tersangka mengambil uang bayaran orderan penembakan itu.

Rina Wulandari (34) adalah istri Kopda Muslimin, anggota Batalyon Arhanud Kodam IV/Diponegoro. Kopda Muslimin sendiri adalah otak di balik penembakan istrinya sendiri yang ditemukan tewas di rumahnya di Kab. Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (28/7/2022).

Insiden penembakan terjadi pada Selasa (18/7/2022) sekira pukul 12.00 WIB di depan rumah korban di Jalan Cemara 3, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Korban sempat 2 kali ditembak di bagian perut sebelum para tersangka ini kabur. Mereka mendapatkan bayaran Rp120 juta dari Kopda Muslimin.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara di depan jaksa di Kejari Semarang itu, tersangka Sugiono itu mengaku mendapatkan order pembunuhan itu dari Kopda Muslimin.

“Diminta tembak di kepala. Pistolnya saya dapat dari Dwi (tersangka Dwi Sulistyo),” kata Sugiyono yang terlihat membawa kruk atau alat bantu jalan karena kakinya ditembak.

“Saya serahkan (jual) tiga hari sebelum kejadian penembakan itu,” ungkap Dwi satu-satunya tersangka pada insiden itu yang bukan residivis.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Semarang M. Rizki Pratama, menyebut berkas dari penyidik Reskrim Polrestabes Semarang sudah dinyatakan lengkap (P21).

“Sekarang dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka (tahap 2). Kami sekarang akan susun dakwaan untuk selanjutnya disidang (dikirim ke pengadilan berkas dakwaan),” kata Rizki di Kejari Semarang.

Para tersangka ini juga dipindahkan tahanannya, dari Polrestabes Semarang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Sembari menunggu proses dipindahkan, para tersangka ini terlihat berada di kantin Kejari Semarang dengan pengawalan kepolisian. Ada beberapa anggota keluarga tersangka tampak menemani.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini