“Harapan saya dengan kembalinya penyaluran PKH di PT Pos Indonesia, penyaluran bisa lebih tepat sasaran karena PT Pos Indonesia dengan digitalisasi dan face recognition, geotagging, tidak ada lagi KPM yang tertahan bantuannya karena administrasi. Bantuan cepat diterima oleh masyarakat,” katanya.
KPM di Bali tampak antusias menerima BLT BBM, PKH, dan BPNT. Mereka tertib datang sesuai jadwal dan mematuhi antrean di Kantorpos. Salah satu KPM tersebut adalah Ni Wayan Sridewi. Perempuang yang bekerja di pabrik garmen ini menerima BLT BBM dan PKH senilai total Rp2 juta.
“Saya terima uang Rp2 juta, Akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membeli sembako. Bantuannya dicukup-cukupi, disyukuri saja," tuturnya.
Sridewi senang karena dengan adanya bantuan dari pemerintah dapat meringankan beban rumah tangganya.
“Saya senang sekali karena bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan saya akan terus terima bantuan,” ujarnya.
KPM lainnya, Ni Wayan Ratnawati yang merupakan ibu rumah tangga, juga tak kalah bahagia menerima bantuan. Terlebih dia memikul beban tanggung jawab besar.
“Saya di rumah banyak tanggung jawab ada 11 orang, ada kakak ipar yang janda tidak bekerja, dan keponakan yang sakit jiwa. Syukur, pihak lingkungan membantu agar saya dapat BLT BBM. Tadi saya terima uang Rp2,6 juta, akan saya pakai beli sembako, keperluan rumah tangga, dan biaya anak sekolah,” kata Ratnawati.
Saat proses pengambilan bantuan di Kantorpos, Ratnawati menyebutkan prosesnya mudah dan lancar.
“Saya bawa KK dan KTP. Pengambilan di Kantorpos tidak ada kesulitan. Pelayanan Pos Indonesia sangat baik,” ucapnya.
Ratnawati menyampaikan harapan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan PT Pos Indonesia atas penyaluran bantuan tersebut.
“Harapan saya akan terus menerima bantuan sehingga saya bisa memenuhi tanggung jawab di keluarga kecil saya. Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Tuhan dan pemerintah sangat memperhatikan rakyat kecil seperti saya,” katanya.
(Karina Asta Widara )