Share

6 Kelakuan Buruk Wisatawan Usai Aturan Covid-19 Dicabut, Menari Bugil di Gunung Bali hingga Joget di Piramida Meksiko

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 November 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 18 2717020 6-kelakuan-buruk-wisatawan-usai-aturan-covid-19-dicabut-menari-bugil-di-gunung-bali-hingga-joget-di-piramida-meksiko-WwQlq6bD1g.jpg Perilaku buruk wisatawan di tempat wisata usai aturan Covid-19 dicabut (Foto: TikTok)

JAKARTA - Saat pariwisata kembali bangkit berkat pencabutan kebijakan Covid-19, di saat itu pula berbagai media massa melaporkan sejumlah perilaku buruk para turis di seluruh dunia.

Perilaku buruk sebagian turis asing yang disertai aksi merusak baru-baru ini terjadi di Meksiko.

Seorang perempuan secara ilegal mendaki Piramida Suku Maya berusia hampir 1.000 tahun di Meksiko. Dia kemudian dikawal petugas keamanan, dihujat banyak orang yang marah, dan viral seketika di TikTok.

Perilaku buruk sebelumnya juga terjadi di Indonesia, ketika turis asal Kanada menari telanjang di Gunung Batur, salah satu gunung yang disucikan oleh warga Bali.

Baca juga: Seorang Turis Meninggal karena Tertimpa Bongkahan Es di Gua Patagonia 

Di tengah situasi ini, direktur komunikasi dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) menyarankan agar wisatawan yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri agar "berperilaku seperti sedang berada di rumah".

Baca juga: Awas, Berperilaku Buruk saat Liburan Bisa Kena Denda Rp14 Miliar!

Berikut kasus-kasus turis berkelakuan buruk pada 2022 - mulai dari menerbangkan drone, menggunakan skuter sampai merusak situs bersejarah, aksi mencoret situs prasejarah, hingga swafoto telanjang, dikutip BBC.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

1. Joget di puncak piramida Suku Maya di Meksiko

Mendaki 91 anak tangga piramida Suku Maya, Kukulcán di Chichén Itzá sudah dilarang sejak 2008.

Ini adalah situs suci, dan sudah dinobatkan sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Terbaru oleh UNESCO pada 2007.

Tapi pada 20 November lalu, seorang turis tidak hanya mengabaikan aturan itu, tapi juga berjoget dan memasuki ruangan kuil di puncak piramida yang dibangun antara abad ke-8 dan ke- 12 Masehi.

Ketika turis perempuan itu dikawal keluar dari situs, orang-orang berteriak ke arahnya, menjambak rambutnya, dan menyiram air ke arahnya. Kelakuannya itu dikutuk secara luas di media sosial.

Menurut laporan media setempat, perempuan ini akhirnya dibebaskan dari penjara setelah membayar denda.

Institut Sejarah dan Antropologi Nasional Meksiko (INAH) merilis sebuah pernyataan bahwa piramida itu tidak mengalami kerusakan setelah insiden tersebut.

2. Menggunakan skuter, drone, dan mencuri gondola di Italia

Italia adalah salah satu destinasi utama bagi wisatawan internasional - sekaligus menjadi saksi bisu atas banyaknya perilaku buruk para turis.

Pada Juni lalu, dua turis asal Amerika sengaja menjatuhkan skuter mereka di tangga Spanyol yang bersejarah di Roma.

Akibatnya terdapat pecahan marmer sebesar 10cm dari anak tangga tersebut. Dalam sebuah pernyataan, dinas kebudayaan setempat mengatakan perbaikan dari situs abad ke-18 tersebut akan menelan biaya sebesar USD27.000 (Rp423 juta).

Pada April lalu, seorang turis berkewarganegaraan Argentina ditangkap setelah drone yang diterbangkan lepas kendali dan menubruk atap Palazzo Venezia yang dibangun pada abad ke-15 (kejadiannya juga di Roma).

Lalu, beberapa hari sebelumnya, dua turis asal Meksiko juga melakukan hal yang sama dengan drone mereka, menabrak Menara Pisa.

Pada Oktober lalu, dua pria Prancis ditahan karena dituduh mencuri sebuah gondola (perahu sampan khas Venesia), dan melempar seluruh dekorasinya ke kanal Venesia pukul 01:30 dini hari.

Pada 2022, setidaknya 43 turis ditangkap lantaran melanggar aturan, berenang di kanal Venesia - jumlahnya meningkat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Ketika itu, 24 orang ditangkap karena melakukan hal serupa, menurut pihak berwenang setempat.

3. Menari telanjang di Gunung Batur, Bali

Pada April lalu, pria asal Kanada dideportasi dan dilarang untuk kembali mengunjungi Bali setelah mengunggah video-video dirinya menari tanpa sehelai benang pun di media sosial, tepatnya di puncak Gunung Batur. Gunung ini adalah satu dari empat gunung yang dianggap suci oleh penduduk lokal.

Turis asing yang kemudian menghapus video-video tersebut dan meminta maaf atas kelakuannya, menjadi viral di kalangan pengguna media sosial Indonesia.

Ia melakukan tarian yang terinspirasi dari budaya Māori di Selandia Baru. Akan tetapi, Ia tetap dituduh tidak menghormati haka, sebuah pertunjukan upacara penting dalam budaya Māori.

"Untuk semua turis asing yang berkunjung ke Bali, harap berperilaku sesuai dengan hukum dan nilai-nilai budaya kami di Bali," kata direktur kantor imigrasi Bali setelah insiden tersebut.

4. Menari eksotis di depan patung Sphinx, Mesir

Pada 7 November lalu, petugas keamanan Piramida Giza, Mesir, meminta seorang perempuan mengenakan kembali pakaiannya, setelah ia mencoba untuk swafoto bugil di depan patung Sphinx yang ikonik. Patung ini diyakini dibangun antara 2.600 - 2.500 Sebelum Masehi.

Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir merilis pernyataan resmi mengenai adegan yang viral itu di Facebook."Melepas pakaian merupakan pelanggaran hukum, adat istiadat dan tradisi Mesir,” tulisnya.

Pihak berwenang Mesir mengatakan setelah mengenakan kembali pakaiannya, turis tersebut diizinkan untuk menyelesaikan kunjungannya ke area arkeologi tanpa hambatan.

5. 'Kerusakan yang tak bisa diperbaiki' karena coretan di petroglif di AS

Petroglif adalah gambar langka yang diukir atau dilukis pada permukaan batu oleh peradaban kuno.

Tapi ada pengunjung yang tak tahan untuk mencoret namanya sendiri di beberapa panel yang paling penting di Taman Nasional Big Bend di Texas, Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Januari lalu, pihak taman nasional mengatakan bahwa "panel petroglif kuno di Taman Nasional Big Bend telah rusak, tidak bisa diperbaiki ketika para perusak menggoreskan nama dan tanggal keberadaan mereka dengan cetak tebal, di seluruh seni prasejarah ini".

"Taman Nasional Big Bend adalah milik kita bersama. Merusak fitur alami dan seni cadas, sama juga merusak setiap keindahan dan sejarah yang ingin dilindungi oleh rakyat Amerika di taman kita ini," kata Pengawas Taman Nasional Bob Krumenaker dalam sebuah pernyataan.

"Dengan adanya vandalisme ini, bagian dari warisan bangsa kita hilang selamanya,” lanjutnya.

6. Ditangkap setelah memberi hormat ala Nazi di Auschwitz

Sorang turis asal Belanda berusia 29 tahun ditahan pada Januari karena melakukan hormat ala Nazi di pintu masuk lokasi bekas kamp kematian Auschwitz-Birkenau di Polandia.

Perempuan tak dikenal ini kemudian didakwa terlibat dengan propaganda Nazi setelah berpose hormat yang diambil dari kamera yang dipegang suaminya. Jaksa memerintahkannya untuk membayar denda, dan kemudian ia setuju.

Dia mengatakan tindakannya itu merupakan lelucon yang buruk, seperti dilaporkan oleh kantor berita PAP Polandia.

Nazi Jerman mendirikan kamp konsentrasi di kota Oswiecim, Polandia Selatan, setelah menduduki negara ini pada permulaan Perang Dunia Kedua pada 1939.

Hanya dalam waktu empat setengah tahun, Nazi Jerman secara sistematis membunuh setidaknya 1,1 juta orang di Auschwitz. Sebagian besar adalah orang Yahudi.

1
6

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini