Share

Mantan Pemimpin China Jiang Zemin Meninggal pada Usia 96 Tahun karena Leukimia dan Kegagalan Organ

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2718007 mantan-pemimpin-china-jiang-zemin-meninggal-pada-usia-96-tahun-karena-leukimia-dan-kegagalan-organ-UP8ZJGa3p8.jpg Mantan pemimpin China meninggal dunia pada usia 96 tahun (Foto: Reuters)

CHINA – Mantan pemimpin China Jiang Zemin, yang berkuasa setelah protes Lapangan Tiananmen, meninggal dunia pada usia 96 tahun.

Media pemerintah mengatakan dia meninggal tepat setelah tengah hari di Shanghai pada Rabu (30/11/2022).

Sebuah pernyataan Partai Komunis China mengatakan dia meninggal karena leukemia dan kegagalan banyak organ tubuh.

Dikutip BBC, menurut pernyataan Partai Komunis China, dia diakui diakui sebagai pemimpin yang luar biasa dengan prestise tinggi dan pejuang Komunis yang telah lama teruji.

Baca juga: Misteri Mantan Presiden China Dikawal Keluar dari Kongres Partai Komunis Terkuak, Disebut Permainan Kekuasaan Xi Jinping

Dia diketahui menjadi salah satu tokoh utama dalam sejarah China dalam beberapa dekade terakhi. Dia memimpin saat China terbuka dalam skala besar dan melihat pertumbuhan berkecepatan tinggi.

Baca juga: Presiden China Xi Jing Resmi Terpilih Sebagai Pemimpin Partai Komunis China ke-3 Kalinya Secara Berturut-turut

Kematiannya terjadi ketika China melihat beberapa protes paling serius sejak Tiananmen, dengan banyak yang berdemonstrasi menentang pembatasan Covid.

Seperti diketahui, Jiang naik ke tampuk kekuasaan setelah penumpasan berdarah tahun 1989 terhadap pengunjuk rasa di dan sekitar Lapangan Tiananmen Beijing, yang menyebabkan China dikucilkan secara internasional.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Peristiwa itu memicu perebutan kekuasaan yang pahit di puncak Partai Komunis antara reaksioner garis keras dan reformis.

Hal itu menyebabkan Jiang, yang awalnya dilihat sebagai birokrat yang lamban, diangkat ke jabatan tinggi. Dia dipilih sebagai pemimpin kompromi, dengan harapan dia akan menyatukan garis keras dan elemen yang lebih liberal.

Di bawah kepengurusannya, ekonomi yang tangguh ditempa, Komunis memperketat cengkeraman mereka pada kekuasaan, dan China mengambil tempat di meja teratas kekuatan dunia.

Dia mengawasi penyerahan Hong Kong secara damai pada1997, dan masuknya China ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001 yang menjalin negara dengan ekonomi global.

Tetapi reformasi politik juga dikesampingkan dan dia menghancurkan perbedaan pendapat internal sambil mengejar sikap garis keras di Taiwan. Dia dikritik karena tindakan keras terhadap sekte agama Falun Gong pada 1999, yang dipandang sebagai ancaman bagi Partai Komunis.

Dia juga ingin memastikan bahwa posisinya di dalam Partai Komunis aman, dan muncul dengan ideologi politiknya sendiri - teori Tiga Wakil - dalam upaya memodernisasi partai.

Selama berkuasa, Jiang berusaha memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat (AS), mengunjungi negara itu beberapa kali dan menawarkan kerja sama presiden George W Bush saat itu dalam "perang melawan teror" Washington setelah serangan 9/11.

Di negara yang tidak dikenal dengan pemimpinnya yang flamboyan, dia dipandang memiliki kepribadian yang lebih berwarna dibandingkan penerusnya. Dia menyanyikan lagu Elvis Presley di pertemuan global, dan pergi berenang di lepas pantai Hawaii.

Di tahun-tahun terakhirnya dia menarik diri dari pemerintahan dan jarang terlihat di depan umum. Namun meski kehadirannya sudah tidak menocolok, namun dia sempat menjadi subjek meme viral di dunia online.

Banyak orang Tionghoa dengan penuh kasih mengkarikaturkan kacamata besar khasnya, dan menyamakan penampilannya dengan katak. Penggemar muda menyebut diri mereka "penyembah kodok".

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini