Wartawan Denmark Rasmus Tantholdt merekam beberapa pria yang membawa bendera Iran mendorong seorang pria yang mengenakan T-shirt bertuliskan "Woman, life, freedom" dalam bahasa Inggris. Seorang wanita bersamanya kemudian terdengar mengeluh bahwa dia diserang dan meminta bantuan untuk meninggalkan stadion dengan selamat.
Video lain yang diperoleh BBC Persia menunjukkan seorang pengunjuk rasa laki-laki ditangkap dengan kejam oleh penjaga keamanan di luar stadion sambil meneriakkan "Perempuan, hidup, kebebasan".
Ditanya tentang perlakuan terhadap penonton Iran yang melakukan protes di Qatar, badan sepak bola dunia FIFA mengatakan pihaknya terus "bekerja sama dengan negara tuan rumah untuk memastikan implementasi penuh dari peraturan terkait dan protokol yang disepakati".
Sementara itu, media yang berafiliasi dengan negara di Iran memuji tim sepak bola nasional meskipun gagal lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia.
Koran konservatif Farhikhtegan mengatakan "kami bangga dengan Iran", sementara harian yang terkait dengan Garda Revolusi Javan mengatakan tim tersebut telah "memenangkan pertandingan sesungguhnya: permainan menyatukan hati rakyat".
Sebelum pertandingan, kantor berita garis keras Tasnim menolak laporan CNN, yang mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Pengawal Revolusi telah mengancam keluarga para pemain Iran dengan "penjara dan penyiksaan" jika mereka tidak berperilaku dengan baik.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.