Share

Bantah Dakwaan Jaksa, Mantan Wali Kota Cimahi Ngaku Diperas Penyidik KPK

Agung Bakti Sarasa, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 525 2718275 bantah-dakwaan-jaksa-mantan-wali-kota-cimahi-ngaku-diperas-penyidik-kpk-eJriegLN1p.jpg Ajay Priatna (Foto: MPI)

BANDUNG - Mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Priatna membantah dakwaan melakukan suap dan gratifikasi yang disampaikan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melalui kuasa hukumnya, Ajay justru mengaku menjadi korban pemerasan dan penipuan yang dilakukan oknum penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

"Kami akan mengajukan eksepsi pada persidangan selanjutnya. Terdakwa tidak sependapat dan menolak dakwaan Jaksa KPK," ujar Fadli Nasution, kuasa hukum Ajay usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu 30 November 2022.

Fadli membeberkan, dalam eksepsi yang akan disampaikan pada sidang selanjutnya, pihaknya akan membantah semua dakwaan Jaksa KPK yang menyebutkan Ajay melakukan suap dan gratifikasi.

"Pak Ajay tidak ada memberikan uang suap kepada Stepanus Robin Pattuju, penyidik KPK, karena yang terjadi sebenarnya jusru klien kami yang diperas dan ditipu oleh Stepanus Robin Pattuju untuk mendapatkan keuntungan sejumlah uang," bebernya.

Terlebih, lanjut Fadli, tidak pernah ada penyelidikan perkara dugaan korupsi di Kota Cimahi oleh KPK. Oleh karenanya, kata Fadli, kliennya membantah semua dakwaan Jaksa KPK.

"Kami akan melakukan pembelaan semaksimal mungkin dengan harapan kebenaran akan terungkap dan keadilan bagi Pak Ajay agar dibebaskan dari dakwaan JPU KPK," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, eks Wali Kota Cimahi, Ajay Priatna didakwa melakukan tindakan suap. Selain melakukan suap, Ajay juga didakwa menerima gratifikasi dari anak buahnya saat menjabat Wali Kota Cimahi.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dakwaan terhadap Ajay Priatna tersebut disampaikan Jaksa KPK dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung.

Dalam sidang, Jaksa KPK, Agung Hadi Wibowo menyatakan, Ajay didakwa Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Kemudian, Pasal 12B jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini