Asfa pun meneritakan kisah saat Umar bin Abdul Azis sibuk menyelesaikan tugas, kemudian putranya masuk ke dalam ruangan dan membicarakan sesuatu. “Untuk urusan apa putraku datang kesini? Urusan nikah atau keluargakah? Urusan keluarga ayahanda, jawab si anak.”
“Tiba-tiba umar memadamkan lampu. Kenapa ayah memadampamkan lampu itu? Tanya putranya, putraku, lampu minyak ini milik negara yang digunakan pun dibeli dengan uang negara. Sementara perkara yang akan kita bahas adalah urusan keluarga,” kata Asfa.
Terakhir, Asfa pun memberikan pesan sosok pemimpin haruslah mencontoh dari Umar bin Abdul Azis. “Begitulah perangai pejabat sejati, meskipun prestasinya banyak dipuji tetapi pemimpin berjuluk khalifah kelima ini tetap jujur, sederhana, dan bertanggung jawab. Hidup tanpa jujur niscaya tidak akan makmur dan tidak akan mendapatkan berkah dari Allah yang maha Ghofur.”
“Jika jujur dijaga, tidak ada hati yang terluka. Jika jujur dijunjung tinggi niscaya tidak akan ada korupsi di negeri tercinta ini,” tutup Asfa.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.