Share

Pangeran Sambernyawa di Balik Megahnya Pura Mangkunegaran, Tempat Acara Ngunduh Mantu Pernikahan Kaesang-Erina

Septyantoro Aji Nugroho, iNews · Sabtu 10 Desember 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 10 512 2724394 pangeran-sambernyawa-di-balik-megahnya-pura-mangkunegaran-tempat-acara-ngunduh-mantu-pernikahan-kaesang-erina-CL7igVwMC3.jpg Pura Mangkunegaran, Solo. (Foto: Septyantoro/iNews)

SOLO - Pernikahan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menjadi pernikahan termegah. Ngunduh mantu sendri digelar di Pura Mangkunegaran Solo.

Acara megah ini pernah dilakukan oleh Mangkunegoro VII yang menikah dengan Putri Raja Yogyakarta, hal ini mempunyai banyak kesamaan.

Presiden Jokowi saat ini mempunyai hajat besar. Mantan Wali Kota Solo ini menikahkan putra bungsunya, Kaesang Pangarep dengan Putri Indonesia asal Yogyakarta Erina Sofia Gudono.

Prosesi akad nikah akan dilakukan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta pada Sabtu (10/12/2022) sedangkan Ngunduh Mantu menerima tamu dilakukan di Pura Mangkunegaran pada Minggu (11/12/2022).

Pura Mangkunegaran adalah satu kerajaan atau kadipaten peninggalan Dinasti Mataram di Solo, selain Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pura Mangkunegaran merupakan Istana Resmi Kadipaten Mangkunegaran dan tempat kediaman para adipati yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara.

Bangunan yang menghadap ke selatan ini berada di pusat kota Solo, tepatnya di Jalan Ronggowarsito No.83 Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari.

Istana ini mulai dibangun pada tahun 1757 atau berusia 267 tahun. Pembangunan dilakukan oleh KGPAA Mangkunegara I yang bergelar Pangeran Sambernyawa. Desain bangunan ini mengikuti model Keraton Jawa.

Arsitektur bangunan utama dan lainnya juga menyerupai keratin, baik Surakarta maupun Yogyakarta di antaranya ada pamedan, pendhapa, pringgitan dalem hingga keputren.

Seluruh bangunan juga dikelilingi oleh tembok besar dan tinggi. Namun di bagian pamedan atau lapangan depan layaknya alun-alun yang diberi pagar besi.

Pura Mangkunegaran dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Kadipaten Mangkunegaran ditandatangani oleh kelompok Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III dan VOC pada tahun 1757.

Pangeran Sambernyawa, julukan Raden Mas Said, kemudian diangkat menjadi pangeran adipati bergelar Mangkunagara I. Sebagaimana bangunan utama di Keraton Surakarta dan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan.

“Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu,” kata Sejarawan Solo, Heri Priyatmoko.

Pendopo Mangkunegaran ini sangat besar dan termegah di Asia Tenggara. Mangkunegaran selalu terbuka mempunyai persinggungan dengan orang luar tidak selalu konservatif.

Mangkunegoro VII pernah menggelar pernikahan di Puro Mangkunegaran, yang menikah dengan Putri Raja Yogyakarta. Pernikahan sangat kolosal dari tugu kemudian berakhir di balapan trus di kirab .

Kirab ini sama yang dilakukan kaesang, hanya saja bedanya Mangkunegoro VII adalah yang punya rumah, sedangkan kaesang adalah orang luar.

Follow Berita Okezone di Google News

Yang perlu digarisbawahi, Kaesang tidak bisa menggunakan ndalem ageng atau rumah bagian dalam. Karena ada pakem-pakem yang harus dipenuhi, dan kaesang hanya bisa menggunakan pendopo . Hal ini dinilai sudah biasa atau lumrah.

Bahkan Gibran, sang kakak kerap menerima tamu kenegaraan dari luar negeri untuk gala dinner dan perjamuan untuk orang penting. Mangkunegaran terbuka hanya saja perlu biaya untuk menggunakannya.

Menurut Heri, pernikahan Kaesang ini seperti layaknya konser pernikahan Jawa yang besar. Dan yang paling menarik adalah masyarakat bisa menyaksikan.

Saat ini, Pura Mangkunegaran memiliki penguasa baru bernama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo yang masih lajang dan berusia 25 tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini