Lembaga itu mengatakan akan menerima permohonan penerbitan visa biasa dan izin tinggal. Ditambahkan, pemerintah “secara bertahap akan mulai” mengizinkan kembali pengunjung asing dan tidak memberi indikasi kapan perjalanan turis tanpa restriksi dari luar negeri akan diizinkan.
Para pakar kesehatan dan ekonomi memperkirakan Partai Komunis yang berkuasa akan mempertahankan restriksi perjalanan ke China hingga setidaknya pada pertengahan 2023, sewaktu negara itu melakukan gerakan vaksinasi bagi jutaan lansia. Para pakar mengatakan, ini perlu dilakukan untuk mencegah krisis kesehatan masyarakat.
Selama pandemi, warga China yang mengalami keadaan darurat keluarga atau mereka yang perjalanan dinasnya dianggap penting dapat memperoleh paspor. Tetapi beberapa pelajar dan pebisnis yang memiliki visa untuk keluar negeri telah dicegah para penjaga perbatasan untuk pergi. Sejumlah kecil pebisnis asing dan orang-orang lain yang diizinkan memasuki China dikarantinakan hingga satu pekan.
Sebelum pandemi, China adalah sumber wisatawan asing terbesar bagi negara-negara tetangganya di Asia dan menjadi pasar yang penting bagi Eropa dan AS. Pemerintah telah membatalkan atau melonggarkan sebagian besar aturan karantina, tes dan restriksi lainnya di dalam China, bergabung dengan AS, Jepang dan negara-negara lain yang berusaha hidup dengan virus dan bukannya mencegah penularan.
Jepang dan India menanggapi lonjakan infeksi di China dengan mewajibkan tes COVID bagi para pengunjung ke negara tersebut. Para pejabat AS, yang berbicara anonim terkait diskusi internal, mengatakan, Washington sedang mempertimbangkan pengambilan langkah-langkah serupa.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.