JAKARTA - Timbulkan polemik di tengah masyarakat terkait badai dahsyat yang akan melanda Jabodetabek pada 28 Desember 2022, Peneliti bidang klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin meminta maaf.
"Bahwa telah terjadi misinterpretasi publik mengenai istilah 'badai dahsyat' maka ini menjadi pelajaran berharga untuk saya sebagai periset agar memilih bahasa yang lebih tepat dan tidak menimbulkan makna ganda. Oleh karena itu saya memohon maaf atas dampak terhadap publik yang berada di luar kenadali saya," katanya di akun Facebook pribadinya, dikutip Sabtu (31/12/2022).
BACA JUGA:Rusia Tembakkan 16 Drone Buatan Iran ke Ukraina dalam Semalam
Dia menjelaskan, frasa "badai dahsyat" yang digunakan dalam riset yang dilakukan BRIN ini tidak sama dengan istilah yang biasa dipahami awam, yaitu seperti tornado.
Frasa badai dahsyat ini dipilih untuk menggantikan istilah ilmiah dua jenis badai yang sedang intensif terjadi di Laut Jawa (badai Mesoscale Convectibe Complex/MCC) dan Samudera Hindia (badai derecho/squall line) yang menurut pantauan BRIN sedang bergerak mendekati kawasan Jabodetabek.
BACA JUGA:Dendam Terhadap Kemiskinan Menghantarkan Darsono Membangun Kampus Murah Unpam
"Bukan badai dalam pemahaman awam seperti halnya badai tornado karena tidak mungkin terbentuk tornado d wilayah Indonesia," tulisnya.
Namun, dia memastikan bahwa kedua badai tersebut memang benar terjadi sesuai dengan hasil prediksi SADEWA.
"Yang meleset dari prediksi adalah intensitas hujan yang tidak ekstrem sehingga dampak yang ditimbulkan tidak separah yang diperkirakan," lanjutnya.
Adapun, sebelumnya Erma memprediksi banjir besar akibat potensi hujan ekstrem dan badai dahsyat akan melanda Jabodetabek pada 28 Desember 2022. Informasi yang dia sebar viral dan menimbulkan polemik.
BMKG kemudian memberikan informasi resmi bahwa yang terjadi bukan badai, tapi hujan ekstrem.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.