Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menilik Situs Makam Belanda di Pemalang, Tugu Leitje Widuri yang Dijadikan Cagar Budaya

Aryanto , Jurnalis-Minggu, 08 Januari 2023 |12:11 WIB
    Menilik Situs Makam Belanda di Pemalang, Tugu Leitje Widuri yang Dijadikan Cagar Budaya
Tugu Leitje Widrui (fotoL dok ist)
A
A
A

PEMALANG - Di pesisir sebelah utara pusat kota Pemalang, tepatnya dekat obyek wisata pantai Widuri, masuk wilayah desa Widuri, Kecamatan Pemalang, terdapat situs makam Belanda yang telah dijadikan cagar budaya di Kabupaten Pemalang.

Di lokasi makam tersebut berdiri sebuah tugu yang bernama Tugu Leitje, dan terdapat makam keluarga Belanda berinskripsi tahun 1883, desa Banjardawa, Kecamatan Taman, yang menunjukan alamat keluarga tersebut.

Leitje, yang artinya batu tulis, oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang dinyatakan sebagai situs makam Belanda, dan ditetapkan menjadi cagar budaya, sesuai UU nomor 1 tahun 2010, tentang cagar budaya.

 BACA JUGA:Museum Balla Lompoa Disiapkan Jadi Cagar Budaya, Sudahkah Penuhi Kriteria?

Tugu Leitje, tepatnya berada di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Widuri, Kecamatan/ Kabupaten Pemalang.

Terletak di area yang sangat strategis mudah di jangkau, bahkan dengan gamblang terlihat saat melintas menuju obyek wisata pantai Widuri.

Menurut sejarah, saat Jawa jatuh ke tangan VOC pada tahun 1680, saat pemerintahan Amangkurat Agung Mataram Pleret, daerah pesisir utara Jawa digadaikan ke VOC.

Tergadainya wilayah pesisir utara Jawa akibat dari perjanjian dengan VOC, dimana Amangkurat meminta bantuan VOC untuk menumpas pemberontakan Trunojoyo dari Madura.

 BACA JUGA:Makam Mbah Buyut Jenggot Tak Direkomendasikan Jadi Cagar Budaya, Ternyata Ini Alasannya

Sejak saat itu, pusat pemerintahan Mataram ada di Kartasura dan Surakarta sampai tahun 1746, dan wilayah pesisir utara Jawa dikuasai oleh VOC.

Maka tidak mengherankan, jika terdapat banyak peninggalan bangunan Belanda di wilayah pesisir utara Jawa, salah satunya adalah tugu Leitje, yang kini menjadi cagar budaya, situs makam Belanda di Pemalang.

Menurut penuturan warga sekitar, Sri Pamuji (65), sekitar tahun 1967 ketika dirinya masih duduk di sekolah dasar, sering melewati makam Belanda tersebut.

"Saya dapat cerita dari ibu saya, kalau komplek makam Belanda itu, katanya keluarga pemilik pabrik gula Banjardawa, di Kecamatan Taman," kata Pamuji, Sabtu (7/1/2023).

Kondisi makam Belanda itu sendiri hingga saat ini cukup baik perawatannya, dan tugu Leitje yang menjadi simbol situs makam itu masih nampak kokoh dan bagus.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement