Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jangan Sampai Terlewat, Komet Hijau Akan Muncul di Langit Malam untuk Pertama Kalinya dalam 50.000 Tahun

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 10 Januari 2023 |15:05 WIB
Jangan Sampai Terlewat, Komet Hijau Akan Muncul di Langit Malam untuk Pertama Kalinya dalam 50.000 Tahun
Komet hijau akan terlihat di langit malam untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun (Foto: AFP/NASA)
A
A
A

CALIFORNIA - Komet yang baru ditemukan akan segera muncul di langit malam untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun.

Menurut NASA, komet yang ditemukan pada 2 Maret 2022 oleh para astronom menggunakan kamera survei lapangan luas Zwicky Transient Facility di Observatorium Palomar di San Diego County, California ini akan melakukan pendekatan terdekatnya ke matahari pada 12 Januari mendatang.

The Planetary Society menjelaskan komet yang dinamakan C/2022 E3 (ZTF) ini memiliki orbit mengelilingi matahari yang melewati bagian terluar tata surya, itulah sebabnya dibutuhkan perjalanan yang begitu panjang — dan waktu yang lama — untuk melewati Bumi lagi.

BACA JUGA: Komet Raksasa Ditemukan, Diameternya Capai 150 Km

EarthSky melaporkan pengamat langit di Belahan Bumi Utara yang menggunakan teleskop dan teropong harus melihat rendah di cakrawala timur laut tepat sebelum tengah malam untuk menemukannya pada 12 Januari mendatang.

 BACA JUGA: Fenomena Awan Langka Memukau Para Penikmat Langit, Terlihat Seperti Ombak Laut di Cakrawala

Benda langit es, yang terus terang saat mendekati matahari, selanjutnya akan melewati Bumi terdekat antara 1 Februari dan 2 Februari, sekitar 26 juta mil (42 juta kilometer) jauhnya.

Saat komet mendekati Bumi, pengamat akan dapat melihatnya di dekat bintang terang Polaris, juga disebut Bintang Utara, dan seharusnya terlihat lebih awal di malam hari.

Komet harus dilihat melalui teropong di langit pagi untuk pengamat langit di Belahan Bumi Utara selama sebagian besar bulan Januari dan mereka yang berada di Belahan Bumi Selatan pada awal Februari

Bergantung pada seberapa cerahnya dalam beberapa minggu mendatang, C/2022 E3 (ZTF) bahkan dapat terlihat dengan mata telanjang di langit gelap menjelang akhir Januari nanti.

Komet dapat dibedakan dari bintang dengan garis-garis ekor debu dan partikel berenergi, serta koma hijau bercahaya yang mengelilinginya. Koma adalah selubung yang terbentuk di sekitar komet saat melewati matahari, menyebabkan esnya menyublim, atau langsung berubah menjadi gas. Hal ini menyebabkan komet terlihat kabur saat diamati melalui teleskop.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement