JAKARTA - Caesar Hendrik Meo Tnunay atau biasa dipanggil Nono merupakan bocah asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berhasil meraih juara pertama di lomba matematika tingkat dunia.
Bocah yang sering dipanggil Nono ini adalah siswa SD Inpres Buraen 2 di Kabupaten Kupang, NTT. Dia mengikuti kompetisi matematika International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022. Berikut sejumlah faktanya:
1. Nono Kalahkan 7.000 Peserta dari Berbagai Negara
Dalam kompetisinya, Nono mengalahkan sebanyak 7.000 peserta dari berbagai negara. Dia berhasil menyelesaikan 15.201 file soal. Dalam satu file ada 10 soal sehingga total soal yang berhasil dikerjakannya dalam jangka waktu satu tahun adalah sebanyak 152.010. Soal ini kemudian diujikan dalam bentuk virtual dan listening dalam Bahasa Inggris.
BACA JUGA:Ini Alasan Cerdas BJ Habibie Melepas Negara Timor Leste dari Indonesia
2. Nono Berasal dari Keluarga Sederhana
Berkat prestasinya yang gemilang, nama Caesar Hendrik Meo Tnunay atau akrab disapa Nono menjadi buah bibir masyarakat.
Di usianya yang menginjak tujuh tahun, dia berhasil meraih juara satu di kompetisi matematika tingkat dunia, International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022.
Nono lahir di Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2 April 2015. Dia merupakan putra bungsu dari pasangan Raflim Meo Tnunai dan Nuryati Seran.
Ayahnya hanya bekerja serabutan, seperti menjadi kuli atau tukang bangunan. Sementara ibunya adalah seorang guru kontrak.