Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usai Swedia, Norwegia Temukan Puluhan Juta Logam hingga Mineral Termasuk Tanah Jarang di Dasar Laut

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 31 Januari 2023 |10:28 WIB
Usai Swedia, Norwegia Temukan Puluhan Juta Logam hingga Mineral Termasuk Tanah Jarang di Dasar Laut
Norwegia temukan puluhan juta logam hingga mineral (Foto: Reuters)
A
A
A

NORWEGIA - Sebuah penelitian di Norwegia telah menemukan sejumlah besar logam dan mineral mulai dari tembaga hingga tanah jarang di dasar laut landas kontinen yang diperpanjang.

Sumber daya ini sangat dibutuhkan untuk peran yang mereka mainkan dalam transisi menuju ekonomi yang lebih hijau.

Negara Nordik, pengekspor minyak dan gas utama, sedang mempertimbangkan apakah akan membuka wilayah lepas pantainya untuk penambangan laut dalam, sebuah proses yang memerlukan persetujuan parlemen dan telah memicu masalah lingkungan.

BACA JUGA: Penemuan 'Harta Karun' Terbesar di Eropa, 1 Juta Ton Logam Tanah Jarang Ditemukan di Swedia Digunakan untuk Ponsel hingga Rudal

“Dari logam yang ditemukan di dasar laut di area studi, magnesium, niobium, kobalt, dan mineral tanah jarang ditemukan dalam daftar mineral kritis Komisi Eropa,” kata Direktorat Perminyakan Norwegia (NPD), yang melakukan studi tersebut, dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN.

BACA JUGA: Harga Logam Tambang Tak Stabil, Hilirisasi Terancam?

Estimasi sumber daya, meliputi daerah terpencil di Laut Norwegia dan Laut Greenland, menunjukkan ada 38 juta ton tembaga, hampir dua kali lipat volume yang ditambang secara global setiap tahunnya, dan 45 juta ton seng terakumulasi dalam polimetalik sulfida.

Sulfida, atau "perokok hitam", ditemukan di sepanjang pegunungan di tengah samudra, tempat magma dari mantel Bumi mencapai dasar laut, pada kedalaman sekitar 3.000 meter (9.842 kaki).

Sekitar 24 juta ton magnesium dan 3,1 juta ton kobalt diperkirakan berada di kerak mangan yang tumbuh di batuan dasar selama jutaan tahun, serta 1,7 juta ton serium, unsur tanah jarang yang digunakan dalam paduan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement