Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Nyimas Utari Sandijayaningsih, Intelijen Kerajaan Mataram

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2023 |06:38 WIB
 Mengenal Nyimas Utari Sandijayaningsih, Intelijen Kerajaan Mataram
Foto: istimewa
A
A
A

WARGA Desa Keramat, Tapos (perbatasan Bogor-Depok) mengkeramatkan sebuah makam, yakni kuburan Nyimas Utari Sanjaya Ningrum atau Nyimas Utari Sandijayaningsih. Lalu siapa dia sebenarnya?

Nyimas Utari adalah telik sandi atau agen intelijen Kerajaan Mataram yang diberi tugas oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, untuk membunuh Gubernur Jenderal VOC pertama, Jan Pieterszoon Coen dalam Perang Batavia II.

Muncul cerita bahwa matinya JP Coen adalah buah kerja pasukan “Dom Sumuruping Mbanyu” yaitu pasukan khusus Mataram termasuk Raden Ayu Utari Sandijayaningsih anak Raden Bagus Wonoboyo, cucu dari Roro Ratu Pembayun.

 BACA JUGA:Kegagalan Kerajaan Mataram Tiru Majapahit Kuasai Nusantara

Ia saat itu menjadi penyanyi kesayangan JP Coen di dalam kastil. Kisah ini tertuang di Babad Tanah Jawi.

Dalam operasi yang sangat rahasia itu, seorang juru tulis VOC yang bersandi Wong Agung Aceh adalah kepercayaan Sultan Agung yang diselundupkan melalui kapal dagang Aceh yang disewa VOC untuk mengangkut meriam dari Madagaskar.

Operasi yang dikomandoi Mahmudin (Wong Agung Aceh) ini berhasil dengan sukses, setelah Raden Utari Sandi Jayaningsih mampu meminumkan racun arsenikum pada Eva Ment dan mengakibatkan istri JP Coen beserta anaknya itu meninggal.

 BACA JUGA:Pasukan Gaib Pantai Selatan dan Gunung Merapi Konon Bantu Kerajaan Mataram Berperang

Empat hari berikutnya giliran dia menggoda JP Coen dalam pesta mabuk-mabukan dan JP Coen yang tidak biasa minum sampai mabuk, lupa dan lengah sehingga berniat memperkosa Raden Ayu Utari Sandijayaningsih dalam kamarnya.

Dalam keadaan mabuk JP Coen tidak melihat bahwa Mahmudin menyelinap masuk ke dalam kamar JP Coen dan memenggal kepala JP Coen.

Dengan cepat Utari Sandi Jayaningsih membawa kepala itu keluar benteng, menyusul beberapa ledakan hebat yang diakibatkan sabotase salah satu pasukan Sandi bernama Wargo. Segera setelah serangan bom pada pesta itu, beberapa korban termasuk perempuan bergelimpangan dalam keadaan hangus sehingga Utari Sandi Jayaningsih dinyatakan tewas.

Perjalanan kepala JP Coen dari benteng VOC diterima oleh Raden Bagus Wonoboyo yang kemudian secara estafet dibawa ke Mataram oleh divisi Tumenggung Surotani untuk diserahkan kepada Sultan Agung di Mataram.

Kepala Coen dibawa lewat jalur Pantai Utara oleh tentara Mataram di bawah komandan Tumenggung Surotani. Sultan Agung memerintahkan untuk menanam kepala itu di baris ke-716 tangga menuju makam raja-raja Jawa di Imogiri.

Keberhasilan operasi komando pembunuh JP Coen ini secara keseluruhan telah menghentikan niat Sultan Agung melanjutkan peperangan melawan Kompeni Belanda di Batavia, namun selama Sultan Agung masih bertahta di Mataram selama itu pula Batavia tidak berani mengusik kedudukan Sultan Agung di Mataram.

Raden Utari Sandi Jayaningsih jasadnya terbaring di samping Wali Mahmudin di keramat Wali Mahmudin Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.

Ki Herman Janutama sejarawan asal Yogyakarta dalam sebuah wawancara mengatakan, bahwa infiltrasi telik sandi Mataram ke Batavia sudah dirancang sejak 1627. Dengan mengerahkan orang-orang Tumenggung Kertiwongso dari Tegal.

Komandan kelompok intel Mataram Raden Bagus Wonoboyo membangun wilayah bantaran Kali Sunter di daerah Tapos menjadi basis mereka. Untuk melengkapi kerja-kerja rahasia tersebut, Wonoboyo mengirimkan putrinya yang memiliki kemampuan telik sandi mumpuni, Nyimas Utari, untuk bergabung dengan agen telik sandi asal Samudera Pasai, Mahmuddin.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement