JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi potensi terjadinya peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Menurut Sigit, antisipasi penanganan karhutla harus bersinergi dengan TNI, Pemerintah dan stakeholder terkait.
"Di tahun 2023 kemungkinan angka karhutla akan meningkat ini mohon diantisipasi rekan-rekan khususnya Pangdam, Kapolda, Kapolres Dandim," kata Sigit dalam Rakornas BNPB, Jakarta, Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA: Cegah Karhutla, Panglima TNI ke Anak Buah: Cari Dukun Biar Hujan Terus
Sigit menyebut, untuk antisipasi karhutla bisa dikembangkan Aplikasi ASAP Digital Nasional di seluruh wilayah Indonesia yang rawan terjadinya peristiwa tersebut.
Menurut Sigit, Aplikasi ASAP Digital Nasional dapat dimanfaatkan untuk penguatan karhutla. Mengingat, telah memiliki teknologi yang mumpuni.
"Karena ini menjadi penting didalamnya kita memiliki CCTV live auto monitoring yang bisa monitor jarak 8 kilometer, berputar 360 derajat ada sensor bisa tampilkan suhu udara dan kita bisa dapatkan update titik api selama lima menit," ujar Sigit.
BACA JUGA:Jokowi Kembali Ingatkan Bakal Copot TNI dan Polri Jika Gagal Atasi Karhutla
Yang paling terpenting, kata Sigit adalah pergerakan personel kepolisian juga dapat termonitor dengan aplikasi tersebut.
"Jadi tolong ini lakukan perbaikan tiap saat khususnya jelang mendekati musim panas. Sehingga kesiapan aplikasi betul bisa bantu cegah agar jumlaj kebakaran bisa kita jaga dan kelola," tutup Sigit.
(Awaludin)