JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengaku heran mengapa surat internal Gubernur Bali I Wayan Koster kepada pemerintah bisa bocor dan menjadi konsumsi publik.
Hal itu ia sampaikan terkait polemik penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel saat Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Andreas menilai dalam olahraga event internasional seharusnya melibatkan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan lobi-lobi, dalam menyelesaikan persoalan hubungan diplomatik antar negara.
"Surat pak I Wayan Koster itu internal. Kok malah dibocorkan. Seharusnya diselesaikan di internal. Jadi ramai di publik," ujar Andreas, Jumat (31/3/2023).
Akibat kekisruhan tersebut, FIFA melihat pemerintah seperti bertentangan sendiri di dalam. Padahal seharusnya kata Andreas penyelesaian persoalan Timnas Israel tersebut perlu disampaikan ke Kementerian Luar Negeri untuk dicarikan solusinya.
"Permenlu Nomor 3 Tahun 2019 di halaman 45 dan 46 itu diatur. Itu yang tidak dilakukan steering komite dari panitia penyelenggara Piala Dunia U-20. Disitu ada jalan keluarnya," jelas Andreas.
Ia juga melihat berbagai pernyataan yang menyebutkan jangan mencampur adukkan politik dan olahraga nasional kurang tepat.
"Presiden juga sudah bilang jangan mencampur adukkan olahraga dan politik. Tapi event olahraga itu pasti ada hubungan politik nya karena ada Entitas negara. Sehingga terlihat seolah-olah kita ribut di dalam," kata Andreas.
Kader PDIP kata Andreas juga banyak yang kecewa dengan keputusan FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia dalam Piala Dunia U-20 2023.