Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Operasi Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI: Kita Enggak Mau Nyerang Frontal, Kasian Masyarakat

Riana Rizkia , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |10:54 WIB
Operasi Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI: Kita Enggak Mau Nyerang Frontal, Kasian Masyarakat
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono/Antara
A
A
A


JAKARTA  - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, hingga sat pasukan gabungan belum berhasil membebaskan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Martens yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Faktor utamanya, kata Yudo, ialah kehati-hatian dalam upaya pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut. Termasuk, bagaimana dampak terhadap masyarakat sipil.

"Belum ada perkembangannya (penyelamatan pilot Susi Air)," kata Laksamana Yudo usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (4/4/2023).

Hingga saat ini kata Yudo, pihaknya masih mengedepankan cara-cara persuasif dengan melibatkan tokoh agama, dan masyarakat. Salah satunya adalah negosiasi yang dilakukan antara pemerintah daerah dengan KKB.

"Tetap kami dahulukan dengan persuasif, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat," ucapnya.

"Kita tetap persuasif mengandalkan Bupati Nduga untuk menyelesaikan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat," sambungnya.

Pasukan gabungan TNI-Polri kata dia, tidak ingin menyerang KKB Papua dengan frontal, apalagi menggunakan cara-cara militer yang dapat membahayakan warga sipil.

"Kita enggak mau menyerang frontal nanti korbannya masyarakat. Kasihan masyarakat kalau TNI maupun Polri menyerbu dengan cara-cara militer,"pungkasnya.

KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari menyandera Philip Mark Mahrtens sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Selain menyandera Kapten Philips, KKB Papua juga membakar pesawat jenis Pilatus Porter milik Susi Air tersebut.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement