LEBARAN merupakan salah satu momen yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, Lebaran juga menjadi kesempatan untuk para pekerja libur dan berkumpul bersama keluarga, bahkan mudik ke kampung halaman.
Tetapi tidak semua orang bisa libur dari pekerjaannya saat Lebaran. Ada beberapa profesi yang memang mengharuskan pekerjanya untuk tetap bertugas melayani masyarakat meskipun di hari raya.
Berikut profesi yang tidak libur saat Lebaran:
1. Tenaga Kesehatan
Sudah menjadi rahasia umum bahwa tenaga kesehatan memiliki tuntutan pekerjaan yang begitu besar. Dokter dan perawat merupakan profesi yang masih harus bekerja di Hari Raya Idul Fitri. Hal ini karena kebutuhan masyarakat mengenai kesehatan tidak bisa direncanakan, sehingga profesi yang menyangkut tenaga kesehatan haruslah siap siaga 24 jam dalam melayani masyarakat. Bahkan tidak hanya di hari raya, di hari libur nasional lainnya pun sulit untuk mereka mendapatkan hari libur.
2. Pegawai Angkutan Umum
Selain tenaga kesehatan, profesi yang juga sangat dibutuhkan saat Lebaran adalah para pegawai angkutan umum. Kebutuhan ini meningkat dikarenakan tradisi yang turun-temurun ada di Indonesia yaitu mudik ke kampung halaman saat menjelang atau di hari Lebaran tiba. Kebutuhan yang meningkat ini artinya makin kecil atau tidak ada kesempatan untuk para pegawai angkutan umum untuk libur. Seperti pilot, pramugari, sopir bus, nahkoda, masinis, dan lainnya, mereka memiliki tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan di masa libur Lebaran.
3. Pemadam Kebakaran
Kita tidak bisa memprediksi kapan dan di mana bencana itu terjadi. Karena itu, petugas pemadam kebakaran harus tetap bersiaga merkipun di saat hari raya atau libur Lebaran. Mereka harus siaga di penempatan masing-masing dan langsung bergerak jika terjadi suatu hal. Tuntutan pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa ini harus dijalani sehingga tidak ada hari libur bagi petugas pemadam kebakaran saat hari raya tiba.