Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Idjon Djanbi si Bapak Komando Pasukan Khusus

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 04 Mei 2023 |07:07 WIB
Kisah Idjon Djanbi si Bapak Komando Pasukan Khusus
Idjon Djanbi (ist)
A
A
A

JAKARTA - Kelahiran Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tak bisa dilepaskan dari sosok Idjon Djanbi. Pria yang awalnya berkewarganegaraan Belanda itu punya peran besar dalam cikal bakal Kopassus yang masyarakat kenal saat ini.

Pria bernama asli Rokus Bernardus Visser itu sempat tergabung dalam Korps Speciale Troopen (KST). Ia kemudian keluar dari militer usak Agresi Militer Belanda.

Setelah keluar dari militer, Visser kemudian memilih Lembang, Jawa Barat sebagai tempat pensiunnya. Di Lembang itu lah ia memutuskan menjadi mualaf dan mengubah nama menjadi Mochammad Idjon Djanbi.

Saat sedang menikmati masa pensiun, Idjon Djanbi didatangi Letda Aloysius Soegijanto. Kedatangan itu untuk membahas pasukan komando.

Idjon menjadi tempat berbagi pengetahuan. Sebab, Idjon Djanbi dianggap memiliki pengetahuan lebih di bidang militer, salah satunya penggunaan senjata dan bela diri tangan kosong.

Atas keterampilan itu, Idjon kemudian diminta menjadi pelatih sipil di CIC II. Keberhasilan pasukan ini terlihat dari ditumpasnya pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta.

Kemudian muncul niat untuk membentuk pasukan khusus di Angkatan Darat. Pengangkatan Idjon menjadi Mayor Infanteri TNI dengan NRP 17665 ini diputuskan Menteri Pertahanan kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1 April 1952. Idjon lantas mendapat tugas untuk melatih para perwira dan bintara dalam pembentukan pasukan khusus.

Setelah proses panjang, Idjon akhirnya resmi jadi Warga Negara Indonesia. Namun, tak mengurangi kecurigaan masyarakat. Bahkan iua kerap dituduh sebagai mata-mata Belanda.

Saat itu, isu tersebut berhembus kencang. Diduga sebagai upaya menyingkirkan Idjon dari kursi kekuasaan di pasukan khusus tersebut. Kendati tak ada bukti, Idjon marah dan memilih untuk mundur di tahun 1956 karena suasana di Kopassus yang sudah tidak kondusif.

Di sisi lain, ia mendapat tawaran jabatan baru yang jauh dari pelatihan komando. Kisah sang mantan tentara Belanda yang jadi Komandan Kopassus mulai menuju akhir ketika Idjon mengalami penyakit usus buntu tak lama setelah pensiun. Hingga pada 1 April 1977 Idjon menghembuskan napas terakhirnya.

( Muhammad Fadli Rizal)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement