JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN harus berjalan dengan tegas namun tidak boleh menganggu masyarakat.
Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi (Rakor) dengan didampingi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam) Polri Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran.
Panglima Yudo menekankan agar pengamanan harus ketat dan serius tapi jangan sampai membuat suasana menjadi mencekam, dan tegang. Apalagi, kata Yudo, sampai mengganggu aktifitas dan kepentingan masyarakat Labuan Bajo.
"Sehingga kegiatan masyarakat tetap berjalan normal namun tetap dijaga. Apabila harus menyetop masyarakat lakukan dengan baik dan jelaskan mengapa distop sehingga mereka mengerti," kata Yudo saat rakor di Labuan Bajo, NTT, Selasa (9/5/2023).
"Dan juga dari Bapak Presiden untuk kegiatan ini supaya tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Sehingga masyarakat juga bisa menikmati, jangan sampai karena kegiatan ini masyarakat jadi terganggu, nah Bapak Presiden tidak mau semua terganggu," sambungnya.
Bahkan Yudo meminta agar pelaksanaan konvoi kendaraan dapat mengatur kecepatannya maksimal 40 km/jam dan tidak terkesan saling kebut-kebutan.
Sebagai informasi, peserta Rakor merupakan seluruh Komandan Satuan Tugas Pengamanan (Dansatgaspam) dan Asisten Operasi Satuan Tugas Pengamanan (Asops Satgaspam) yang terlibat pada gelaran pengamanan KTT ke-42 ASEAN Summit di Labuan Bajo.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.