Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kala Sekutu Menghadiahkan Indonesia pada Belanda

Nanda Aria , Jurnalis-Jum'at, 19 Mei 2023 |06:07 WIB
Kala Sekutu Menghadiahkan Indonesia pada Belanda
Ilustrasi/ Doc: Okezone
A
A
A

 

JAKARTA - Pada medio 1946, setelah merasa cukup memegang wewenang keamanan di Indonesia, sekutu pun seolah menghadiahkan Indonesia pada Belanda yang sempat jadi koloninya sebelum pecah Perang Dunia II.

Jelas hal itu diprotes keras pemerintah RI. Sebagaimana dikutip dari ‘Kronik Revolusi Indonesia I’, pemerintah RI pada 13 Juli 1946 melayangkan nota protes pada panglima tertinggi sekutu di Indonesia, Letjen Eric Carden Robert Mansergh.

 BACA JUGA:

Nama Mansergh tentu takkan lekang dari ingatan, terutama di benak para kombatan Surabaya, di mana perwira Inggris yang juga Panglima Korps XV (India) itu memerintahkan bombardemen terhadap Kota Surabaya pada Palagan 10 November 1945.

Pemerintah RI tak berkenan akan kebijakan sekutu, yang menyerahkan tanggung jawab keamanan atas “tanah seberang” kepada Belanda. Sebuah protes yang nyatanya tak berbuah hasil.

 BACA JUGA:

Belanda pun kian trengginas menerjunkan berbagai kekuatan militernya, termasuk satuan Brigade Marinir yang sempat dilatih di Amerika Serikat, ke Jawa Timur dan Pulau Madura.

Sekutu menyerahkan kewenangan itu, seiring lancarnya operasi pembersihan kombatan bersenjata Indonesia oleh tentara sekutu pimpinan Letjen Leslie Morsehead dari militer Australia, juga pada 13 Juli 1946.

Wilayah timur yang sebelumnya dipegang Australia, diserahkan pada NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie). Hal itu disusul gebrakan Gubernur Jenderal Hubertus Johannes van Mook, untuk memecah belah RI, di antaranya dengan membentuk negara-negara bagian yang, tentunya, masuk wilayah administrasi Belanda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement