LOMBOK - Peningkatan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satunya ditopang dengan penyelenggaraan banyak event dinilai tetap selaras dengan penguatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).
Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Florida Pardosi mengatakan, penguatan kapasitas SDM sangat penting dalam upaya menghadirkan pelayanan bagi wisatawan khususnya dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Bagaimana mempersiapkan masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik di dalam penyelenggaraan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya dalam kegiatan "Sosialisasi Sadar Wisata 5.0", di Desa Wisata Buwun Sejati, Kabupaten Lombok Barat, NTB, dikutip Antara, Kamis (8/6/2023).

Sehingga kata dia, masyarakat bisa berbuat sekaligus mendapatkan manfaat dari kegiatan pariwisata di NTB maupun wilayah lainnya.
Sebagai lokasi dari salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), perhatian pemerintah terhadap Mandalika dan NTB pada umumnya sangat besar.
“Mulai dari peningkatan infrastruktur hingga penyelenggaraan event dalam skala nasional maupun global. Beberapa di antaranya adalah MotoGP, MXGP, WSBK, dan lainnya. Semua program tersebut memberikan dampak turunan (multiplier effect) yang besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Florida menjelaskan, hal ini yang menjadi dasar Sosialisasi Sadar Wisata 5.0 kembali dilaksanakan di Lombok yang kali ini menyasar 8 lokasi. Selain Desa Buwun Sejati, ada Desa Senggigi dan Desa Meninting di Lombok Barat.
Di Kabupaten Lombok Timur ada Desa Sekaroh dan Desa Seriwe, Kabupaten Lombok Utara ada Desa Pemenang Barat dan Desa Menggala, serta di Mataram di Kelurahan Tanjung Karang,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, M. Fajar Taufik menyambut baik dukungan Kemenparekraf dalam penguatan sumber daya manusia khususnya di desa wisata.
Desa wisata saat ini kata dia, menjadi salah satu unggulan pihaknya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Dengan program desa wisata, tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat. Terutama di tiga desa yang berhasil meraih penghargaan ADWI, seperti Desa Buwun Sejati, ekonomi masyarakat terjadi peningkatan," tandasnya.
Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf, Diah Martini Paham mengatakan, tantangan pariwisata saat ini yang harus sepenuhnya dapat diwujudkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif adalah tidak hanya peningkatan kunjungan wisatawan tapi juga kualitas kunjungan.
"Pelaku wisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan selama kunjungan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pemerintah akan all out menumbuhkembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang maju, berdaya saing, berkelanjutan serta mengedepankan kearifan lokal yang ditopang dengan keberadaan SDM yang andal dan berdaya saing.
Terlebih target kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.
"Peran dari keberadaan SDM tentu sangat vital. Dengan semangat adaptasi, inovasi dan kolaborasi, Kemenparekraf akan terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat dengan pandekatan re-skilling, up-skilling dan new-sklling," ujar Sandiaga.
(Fahmi Firdaus )