Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Politik Adu Domba Kaisar Cina Manfaatkan Hubungan Baik dengan Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |07:31 WIB
Politik Adu Domba Kaisar Cina Manfaatkan Hubungan Baik dengan Majapahit
Politik adu domba Kaisar Cina manfaatkan hubungan baik dengan Majapahit. (Ilustrasi/Ist)
A
A
A

KERAJAAN Majapahit memiliki hubungan yang istimewa dengan Kekaisaran Cina. Bahkan sejak zaman Hayam Wuruk bertahta hingga Majapahit mulai terpecah di bawah kekuasaan Wikramawardhana hubungan itu selalu dijaga dengan baik.

Di masa Wikramawardhana bertahta pun Kekaisaran Cina kerap kali mengirimkan utusan menuju Kerajaan Majapahit. Bahkan sang kaisar baru Cheng Tsu konon pernah mengirimkan utusan khusus untuk mengumumkan bahwa dirinya terpilih sebagai kaisar baru menggantikan Kaisar Wung Hu.

Pada awal masa pemerintahan Kaisar Yung Lo inilah timbulnya Laksamana Cheng Ho yang sangat terkenal dan berulang kali dikirim ke Majapahit, sebagaimana dikutip dari "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit". Kaisar Yung Lo sendiri memerintah dari tahun 1403 sampai 1424.

Pada tahun 1403 Yung Lo mengirim utusan ke Majapahit untuk memberitahukan penobatannya sebagai kaisar baru. Pemberitahuan itu segera disambut dengan pengiriman utusan ke negeri Cina untuk menyatakan ucapan selamat.

Hubungan antara negeri Cina dan Majapahit makin hari bertambah rapat, lebih-lebih setelah Raja Majapahit Wikramawardhana menerima stempel perak berlapis emas dari Kaisar. Sebagai tanda terima kasih Wikramawardhana mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa upeti.

Rupanya kiriman stempel perak berlapis emas itu membangkitkan niat Raja Kerajaan Timur dalam hal ini pecahan Kerajaan Majapahit bagian timur, untuk juga mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa upeti.

Namun maksud utama pengiriman utusan itu ialah untuk minta stempel sebagai tanda pengakuan resmi dari pihak Kaisar. Ternyata permintaan itu dikabulkan. Pemberian stempel itu membuktikan bahwa Kaisar Yung Lo memperlakukan Kerajaan Timur sejajar dengan Kerajaan Barat.

Hal ini merupakan pengakuan resmi Kaisar kepada Kerajaan Timur lepas dari kekuasaan Kerajaan Barat. Hal itu pasti membangkitkan ketidaksenangan pihak Kerajaan Barat. Tidaklah mengherankan bahwa karenanya lalu timbul ketegangan antara Kerajaan Barat dan Kerajaan Timur.

Sejarah Dinasti Ming menyatakan bahwa raja Kerajaan Timur itu bernama Put-ling-ta-ha. Nama itu kiranya ialah transliterasi Cina dari gelar asli Bhre (ng) Daha, suatu bukti bahwa Bhre Wirabhumi benar bergelar Bhre Daha sejak tahun 1371 sepeninggal Bhre Daha Dyah Wiyat Sri Rajadewi.

Apa yang dilakukan oleh Kaisar Yung Lo terhadap Kerajaan Timur sama tepat dengan apa yang dilakukan Kaisar Hung Wu terhadap Suwarnabhumi pada tahun 1376. Tindakan itu merugikan kesatuan Majapahit, karena tindakan itu memecah-belah kesatuan negara Majapahit. Demikianlah bagi Majapahit hubungan dengan Cina lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement