BOJONEGORO – Sebanyak 3.000 warga menghadiri Malam Kilau Musik Raya, Pengajian Umum dan Sholawat bersama Cak Sodiq, Kyai dan Habaib, di Pondok Pesantren Syakur Al Marzuqi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
"Kami menggelar Malam Kilau Musik Raya dengan menghadirkan Cak Sodiq dari New Pallapa, di tengah masyarakat kita berselawat bareng dengan kehadiran Gambus El Mazira Bojonegoro," ujar Gus Ali Baidlowi selaku Koordinator Wilayah Kiyai Muda Jawa Timur, Minggu (18/6/2023).
Pimpinan Pondok Pesantren Syakur Al Marzuqi ini mengatakan, acara yang dihadiri ribuan warga yang berasal hampir dari seluruh desa se-Kecamatan Ngasem itu berlangsung lancar dan khidmat.
Selain itu, acara tersebut juga merupakan bagian dari sukarelawan Kiyai Muda Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi kegiatannya. Seluruh rangkaian kegiatan Kiyai Muda Jawa Timur merupakan kegiatan yang positif untuk terus berbagi dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kiyai Muda Jawa Timur juga turut menyosialisasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024.
"Dengan kegiatan malam ini salah satunya Kiyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar lebih dikenal masyarakat untuk memberikan motivasi, sebuah solusi, termasuk kami mengumpulkan orang sebanyak ini insyaallah itu sebuah sosialisasi kami untuk Bapak Ganjar Pranowo," kata Gus Ali.
"Yang kedua, mungkin bisa ada kelanjutan program riil ke depan. Itu akan menambah daya tarik mereka atau mungkin di hati mereka akan ada kenangan dari Kiyai Muda Jawa Timur dan juga untuk Ganjar Pranowo," pungkasnya.
Adapun tokoh agama yang hadir dalam acara itu, yakni Habib Muhammad Bin Idrus Al Jufri Bojonegoro dan KH Abdul Aziz dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Cak Sodiq sebagai salah satu pengisi acara, menyampaikan apresiasi untuk sukarelawan Kiyai Muda Jawa Timur lantaran telah menyelenggarakan kegiatan positif untuk masyarakat.
Penyanyi nyentrik yang juga menciptakan lagu 'Maturnuwun Yai' untuk peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu itu menilai, Kiyai Muda Jawa Timur telah menularkam hal positif untuk masyarakat.
Terkait kepemimpinan bangsa Indonesia, Cak Sodiq menyebutkan karakteristiknya harus berjiwa nasionalis dan dekat dengan tokoh agama.
Menurutnya, pemimpin yang dekat dengan kalangan tokoh agama adalah pemimpin yang ideal untuk memimpin Indoenesia di 2024 mendatang.
"Pemimpin ideal untuk 2024 ya harus nasionalis. Kalau saya boleh memilih, orang seniman. Terus harus (mendapat restu) kalangan kyai juga, agama harus kita nomor satukan karena agama adalah genggaman tauladan untuk kita semua," tutup Cak Sodiq.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.