Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tokoh Ansor Bersaksi soal Pengganyangan PKI pada 1965

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 28 Juni 2023 |08:24 WIB
Tokoh Ansor Bersaksi soal Pengganyangan PKI pada 1965
Chudlori. (Solichan Arif)
A
A
A

BLITAR - Penyampaian informasi yang tidak secepat masa kini membuat kabar penculikan tujuh Jenderal terkait G30S PKI diterima terlambat di berbagai daerah.

"Kita memang terlambat menerima kabar adanya Gerakan 30 September 1965. Memang saat itu tidak banyak saluran informasi seperti sekarang," ujar Chudlori Hasyim (83), bekas Pimpinan Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Blitar, saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada 2015 silam.

Saat itu, Chudlori terlihat bugar. Perawakanya jangkung, tinggi, dan besar dibandingkan kebanyakan orang Indonesia. Nada bicaranya juga lantang. Setiap kalimat yang terucap penuh dengan tekanan. Ia juga masih piawai melontarkan candaan. Guyonan khas warga nahdliyin.

"Ansor Zaman 1965 jelas lebih kuat dan gagah. Tidak seperti Ansor zaman sekarang," ucapnya.

Ayah empat anak dan kakek enam cucu itu adalah salah satu penggagas sekaligus pendiri Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU.

Walau secara umum sehat, sebuah tongkat penyangga menopang kaki kirinya. Tongkat alumunium dengan bagian atas sebagai penumpu ketiak itu yang menemani Chudlori kemana pun ia pergi.

Langkahnya tampak tertatih. Begitu juga saat keluar dari kamar menuju ruang tamu. Suatu ruang yang bersih dan tertata.

Baca Selengkapnya : Kesaksian Tokoh Ansor soal Peristiwa Berdarah Pengganyangan PKI Tahun 1965

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement