JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto berpeluang menjadi cawapres di 2024 meski bisa terjadi atau tidak. Pasalnya, Hadi mempunyai nilai tambah untuk tawaran diusung sebagai cawapres.
Dikatakan Ujang, Hadi adalah mantan Panglima TNI dan dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hadi saat ini juga dipercaya menjadi menteri di kabinet Jokowi.
"Peluangnya sih semua anak bangsa punya peluang, tapi menurut saya Hadi Tjahjanto menurut saya peluangnya setengah setengah, 50 persen jadi 50 persen tidak,”ujar Ujang, Selasa (4/7/2023).
“Karena bagaimanpun dia menteri, dia mantan Panglima, dia dekat dengan Jokowi, itu poin-poin (plus) yang dimiliki Hadi Tjahjanto," sambung Ujang.
Namun kata dia, Hadi memiliki pekerjaan rumah agar benar-benar bisa menjadi cawapres. Ujang menerangkan, mantan KSAU itu mesti gencar sosialisasi dan membuktikan kinerjanya yang dianggap belum terlihat di masyarakat.
"Harus dibuktikan dulu kinerjanya jadi soal peluangnya saya melihat masih 50-50, bisa jadi cawapres bisa tidak," ungkapnya.
Hadi saat ini masih mungkin untuk menaikkan elektabilitasnya di sisa waktu 4 bulan ini sebelum pendaftaran capres cawapres di KPU. Namun, dia mengakui hal itu sangat berat dilakukan.
"Tapi memang ada tokoh yang didorong elektabilitasnya biar tinggi, dulu misalkan Jokowi, tapi itu dulu tapi sekarang untuk Hadi Tjahjanto saya melihatnya berat tapi peluang masih tetap ada, tapi berat untuk menaikkan elektabilitas," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.