JAKARTA – Pendidikan yang berkualitas menjadi fokus bagi pemerintah demi mewujudkan Indonesia lebih maju. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk membangun pendidikan yang lebih baik di daerahnya.
Untuk itu, Kemendikbudristek meluncurkan Rapor Pendidikan Daerah versi 2.0 dalam upaya membantu pemda mengevaluasi kualitas pendidikan di daerahnya secara detail.
Platform ini merupakan versi lanjutan atau pengembangan dari Rapor Pendidikan Daerah yang telah dirilis pada tahun lalu, sehingga diharapkan bisa membantu perencanaan berbasis data dan tentunya meningkatkan kualitas pembelajaran murid.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Rapor Pendidikan Daerah versi 2.0 ini secara jelas menunjukkan indikator utama yang digunakan untuk mengukur indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) atau skor capaian pendidikan.
SPM Pendidikan ini dapat dijadikan sebagai acuan pemerintah daerah untuk mengukur kualitas pendidikan di suatu daerah.
“Fitur-fiturnya telah dikembangkan dari versi sebelumnya untuk mempermudah pemda dalam melakukan perencanaan,” ujarnya saat peluncuran Rapor Pendidikan Daerah Versi 2.0 secara virtual, pada Rabu (5/7/2023).