Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Agresi Militer I, Ancaman Belanda ke Indonesia: Menyerah atau Perang Total

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 21 Juli 2023 |06:09 WIB
Agresi Militer I, Ancaman Belanda ke Indonesia: Menyerah atau Perang Total
Tentara Belanda jelang Agresi Militer I (Foto: Wikipedia)
A
A
A

BELANDA melayangkan nota provokasi kepada Indonesia. Mereka memancing kekuataan militer Indonesia untuk perang terbuka. 

Mereka merasa di atas angin dengan kekuatan 100 ribu personel. Situasi itu menguntungkan mereka yang mengganggap TNI tak punyai peralatan tempur memadai.

Bentuk provokasi "resmi" jelang melancarkan Agresi Militer I yang dilayangkan Belanda yakni dengan sandi ofensif “Operatie Produkt” pada 21 Juli 1947. Nota ancaman dilayangkan Belanda bernada ancaman dilayangkan dua bulan sebelumnya, 27 Mei 1947.

Ultimatum yang dikeluarkan Belanda berisi sejumlah tuntutan yang wajib dibalas dalam tempo dua pekan

Berikut nota yang disampaikan pada pemerintah RI melalui perwakilan Belanda, Dr. P.J.A Idenburg, seperti dikutip dari ‘Kronik Revolusi Indonesia’:

1. Pembentukan pemerintahan peralihan bersama.

2. Mengadakan garis demiliterisasi dan pengacauan di daerah-daerah Konferensi Malino (Negara Indonesia Timur, Kalimantan, Bali) harus dihentikan.

3. Mengadakan pembicaraan pertahanan negara, di mana sebagian Angkatan Darat, Laut dan Udara Kerajaan Belanda harus tinggal di Indonesia.

4. Pembentukan Kepolisian demi melindungi kepentingan dalam dan luar negeri.

5. Hasil-hasil perkebunan dan devisa diawasi bersama.

Perdana Menteri Sutan Sjahrir merespon ultimatum tersebut dengan menafsirkannya antara kapitulasi (menyerah) pada Belanda, atau perang total. Belanda sendiri sedianya sudah mulai bersiap dengan menyiagakan sejumlah pasukan sejak Maret 1947.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement