Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi El Nino, Pemerintah Revitalisasi Pertanaman di 500 Ribu Hektar Lahan

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2023 |22:12 WIB
Hadapi El Nino, Pemerintah Revitalisasi Pertanaman di 500 Ribu Hektar Lahan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto : MPI)
A
A
A

MEDAN - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan merevitalisasi pertanaman di 500 ribu hektare lahan pertanian pangan di 6 Provinsi di Indonesia. Yakni di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, 3 provinsi di Jawa dan di Sulawesi Selatan. Lalu ada pula provinsi pendamping yakni Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Banten.

Hal itu dikatakan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (YSL) saat Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Dampak El Nino di Sumatera Utara(Sumut) bertempat di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/8/2023).

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Sekda Sumut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah mengajak pemerintah daerah dan petani di Provinsi Sumatera Utara untuk menaikkan indeks pertanaman (IP) di lahan pertanian eksisting. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak El- Nino pada produksi padi dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok.

“Hari ini saya bersama Bapak Gubernur Sumatera Utara memenuhi perintah Bapak Presiden untuk mempersiapkan seluruh langkah mengantisipasi kebutuhan pangan nasional menghadapi El- Nino,” kata SYL.

SYL menambahkan sesuai arahan Presiden Jokowi, dampak El-Nino tidak bisa diprediksi namun upaya mengatasi dampak yang akan terjadi utamanya pada sektor pangan akan dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, kondisi ketersediaan pangan khususnya beras harus bisa dijamin secara maksimal.

“Oleh karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya mempersiapkan kurang lebih 500 ribu hektar di seluruh Indonesia. Ini bukan membuat lahan baru, tapi menambah pertanaman baru. Kalau sebelumnya tanam cuma 1 atau 2 kali dalam setahun, ini yang kita tingkatkan jadi 2 sampai 3 kali tanam. Kita naiknya jumlah pertanaman kita sehingga produksi juga meningkat,” terangnya.

Dijelaskannya, ada 500 ribu hektare dan berharap lahan ini akan ditempatkan pada zona hijau.

"Zona ini adalah zona yang kalaupun ada Elnino besok tapi ketersediaan air bisa kita jamin dan tentu dengan menggunakan mekanisasi, intervensi teknologi, bahkan dengan kekuatan varietas-varietas yang tahan hama,” tambahnya.

Bersamaan, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan kehadiran Mentan Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Sumut selalu memberikan hal baru dalam pengembangan sektor pertanian utamanya dalam mempersiapkan Sumut menghadapi dampak El-Nino. Provinsi Sumut salah satu penyedia pangan nasional dan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga harus mampu menghadapi dampak El Nino.

“Kehadiran Bapak Menteri sudah kita tunggu, karena Sumatera Utara juga siap berkontribusi pada kepentingan pangan nasional, khususnya pangan yang dapat memicu inflasi dan merosotnya perekonomian Sumatera Utara mengingat sumbangan sektor pertanian terhadap perekonomian sangat besar,” kata Edi.

Edi menjelaskan ada beberapa langkah yang akan dilakukan Sumut dalam mengantisipasi El- Nino diantaranya menyediakan 2 juta tanaman hortikultura seperti cabai, bawang di dalam pot/polibek untuk dibagikan ke masing - masing rumah tangga sebanyak 50 polibek. Untuk mengantisipasi pasokan yang melimpah dari produksi 2 juta tanaman cabai dari polibek tersebut, BUMD akan membeli dari masyarakat dan menjual kepada Indofood sukses makmur sebagai pembeli.

"Harapannya adalah harga di tingkat masyarakat stabil atau tidak terjadi deflasi,” terangnya.

Langkah lain yang dilakukan antara lain, sambungnya, menyediakan pompa air di masing - masing kota sebanyak 124 unit. Kemudian membangun PLTS untuk menggerakkan pompa air sebanyak 7 unit, menyiapkan 35 waduk di 7 kabupaten.

“Kita siap melakukan antisipasi karna sudah ada warning khususnya dari Kementerian Pertanian akan dampak El-Nino dan kita sudah siapkan kabupaten yang akan kita fokuskan dalam pengembangan pangan,” tutup Edi.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement