JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian/lembaga serta pemerintah daerah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, mengatakan selain menangani kejadian yang sedang berlangsung, BNPB terus memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi bencana yang diperkirakan meningkat akibat fenomena tersebut.
"Selain penanganan kejadian yang sedang berlangsung, BNPB terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Abdul Muhari, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah. Upaya tersebut tidak hanya melalui operasi modifikasi cuaca, tetapi juga pembangunan infrastruktur pendukung serta penguatan kesiapsiagaan daerah.
"Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan perpipaan, pendistribusian bantuan air bersih, serta penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering," lanjutnya.