JAKARTA - Nama Komandan Satuan 81/Gultor Kopassus, Kolonel Inf. Charles Alling sempat menjadi sorotan. Perwira menengah TNI Angkatan Darat (AD) itu dipercaya menjadi tim penanggung jawab penyelenggaraan KTT G20.
Tak main-main, orang yang menujuk Kolonel Charles Alling dengan tugas tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Tim yang terdiri dari 14 perwira ini bertanggung jawab atas kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 di Bali yang diselenggarakan 15-16 November 2022. G20 dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7.
Penunjukannya tentu bukan tanpa dasar. Melainkan melihat kemampuan yang dimiliki abituren Akademi Militer (Akmil) 2001 tersebut. Kolonel Charles Alling merupakan perwira TNI Angkatan Darat yang kini menjabat sebagai Komandan Satuan (Dansat) 81 Kopassus.
BACA JUGA:
Kolonel Charles Alling tercatat sebagai Dansat-81 Kopassus ke-19. Dikutip dari akun Instagram @penkopassus, Charles Alling sebelumnya menjabat sebagai Wadansat 81 Kopassus. Sat-81 Kopassus adalah pasukan elite Korps Baret Merah dalam penanggulangan teror.
Melansir sindonews, sepanjang karier militernya banyak prestasi yang ditorehkan pria kelahiran Surabaya, 19 Mei 1980 tersebut. Ia merupakan lulusan terbaik Pendidikan Komando dan mendapatkan Pisau Komando Perak pada 2003.
Selain itu, mendapatkan juara 1 karya tulis kegiatan Apel Dansat TNI-AD tahun 2017 dan Rabiniscab TNI-AD di tahun yang sama. Bukan hanya itu, Charles Alling juga selalu menyabet predikat terbaik dalam setiap pendidikan militer yang diikutinya.
Di antaranya Free Fall, Suslapa-II pada 2011 NATO School Jerman, 2012 dan Seskoad Australia pada 2015. Termasuk pendidikan Purkota/GLG Tarsandha dan Jump Master serta Diklapa II. Selama mengikuti pendidikan militer tersebut, Charles Alling selalu meraih predikat sebagai lulusan terbaik.
Selama mengabdi di Kopassus, Charles Alling banyak menjalani tugas operasi. Di antaranya yang prestisius dan mendapat banyak perhatian adalah operasi pembebasan sandera di Tembaga Pura dan operasi khusus Nemangkawi.
Tidak hanya itu, Charles Alling juga beberapa kali mendapat tugas operasi di luar negeri. Antara lain menjadi Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).
Prestasi lainnya yang tidak kalah hebat adalah terpilih sebagai Dandim terbaik pada 2021. Prestasi tersebut diraih Charles Alling saat menjabat sebagai Dandim 0906/Kutai Kartanegara.
BACA JUGA:
Tidak hanya ahli dalam bidang militer. Charles Alling juga merupakan prajurit Kopassus yang memiliki kemampuan menulis. Dia mampu menuangkan ide-ide dan pengalamannya dalam ke dalam tulisan.
Terbukti, Charles Alling pernah menyabet juara karya tulis TNI berturut-turut periode 2018- 2021. Terbaru, Charles Alling telah menerbitkan buku operasi khusus pembebasan sandera di Papua yang berjudul “Tim Maleo: Operasi Pembebasan Sandera Tembagapura 17 November 2017” kemudian “Langit Biru di Atas Naqoura” sebuah catatan Military Staff di Lebanon serta "Kepak Sayap Sang Cenderawasih" sebuah catatan operasi di Papua
Selama mengabdi di TNI khususnya di Korps Baret Merah membuatnya mendapatkan banyak penghargaan dan tanda jasa. Di antaranya, tanda jasa Sl.Dharma Nusa; Sl.Kesetiaan VIII; Sl.Kesatria Yudha. Termasuk Sl. UN Medal; Sl.Lebanon Armed Forces; Sl.Canti Darma; Sl.Kesetiaan XVI
(Furqon Al Fauzi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.