Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah LB Moerdani Berambisi Jadi Wapres Dampingi Pak Harto

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Sabtu, 19 Agustus 2023 |07:00 WIB
Kisah LB Moerdani Berambisi Jadi Wapres Dampingi Pak Harto
LB Moerdani (Foto: dok istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jelang Sidang Umum MPR Maret 1988, beredar kabar bahwa Jenderal TNI LB Moerdani ingin mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden (Wapres).

Panglima ABRI itu pun menyusun berbagai rencana. Salah satu strategi dari ahli intelijen ini adalah menjadikan Fraksi ABRI di MPR sebagai lokomotif pencalonan dirinya, demikian dinukil dari buku Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Konflik dan Integrasi TNI AD.

Saat itu, Pak Harto pun mengendus ambisi dari Benny. Alhasil, Pak Harto melakukan pergantian Panglima ABRI dari Jenderal Benny Moerdani kepada Jenderal Try Sutrisno pada 24 Februari 1988, sebelum Sidang Umum MPR digelar.

Pergantian ini menyebabkan ambisi Benny pupus dan Presiden Soeharto pun Sudharmono menjadi Wapres.

Di sisi lain, Benny tidak setuju pada Sudharmono dan tersirat keinginannya menjadi Wapres. Seperti diketahui, jabatan Pangkopkamtib dan Kepala BAIS tidak diserahterimakan oleh Jenderal Benny kepada Jenderal Try Sutrisno pada 1988.

Jenderal Try Sutrisno tidak berani mengambilalihnya. Sehingga, di samping sebagai Menhankam, Jenderal Benny Moerdani masih sering berkantor di Markas BAIS, Tebet, Jakarta dan kegiatan intel Try Sutrisno di bawah kendalinya.

Upaya kelompok LB Moerdani untuk "mengganggu" Sidang Umum MPR 1988, terjadi ketika palu penetapan Sudharmono sebagai Wapres diketuk, tiba-tiba ada interupsi dari Brigjen Ibrahim Saleh yang menyatakan bahwa Sudharmono tidak tepat menjadi Wapres.

 BACA JUGA:

Sudharmono dianggap karena tidak bersih lingkungan. Inilah kali pertama Fraksi ABRI melakukan protes terbuka dan menentang Soeharto. Setelah kegagalan di MPR, faksi Jenderal Benny Moerdani melancarkan isu suksesi yang didukung oleh gencarnya Petisi 50, yang terdiri dari mantan jenderal dan menteri, untuk menjatuhkan Soeharto.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement