Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Terus Menguat di Simulasi 3 Bacapres

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2023 |16:09 WIB
Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Terus Menguat di Simulasi 3 Bacapres
Elektabilitas Ganjar terus menguat di simulasi 3 bacapres. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei teranyar pada Rabu (23/8/2023). Dalam survei itu, SMRC memotret dukungan kalangan pemilih Ganjar Pranowo menguat dibandingkan dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dalam sebulan terakhir.

SMRC membagi para responden ke dalam dua bentuk pemilih. Pertama, pemilih kuat yakni kecil kemungkinan mengubah pilihan. Kedua, pemilih lemah, yakni besar kemungkinan mengubah pilihan atau tidak menjawab.

Hasil simulasi tiga bacapres dalam sebulan terakhir, para pemilih Ganjar menguat dibanding Prabowo dan Anies. Pada pemilih kuat, Ganjar memperoleh dukungan 24.9% dan 11% dukungan pada pemilih lemah. Sementara Prabowo mendapat 22.5% dukungan dari pemilih kuat dan 11.1% dukungan yang lemah. Sedangkan Anies, mendapat 13% dukungan kuat dan 7.4% dukungan yang lemah.

 BACA JUGA:

"Dalam simulasi 3 bakal calon presiden, dalam sebulan terakhir, Ganjar cendrung menguat sementara Prabowo dan Anies cenderung melemah, dan yang belum memilih jumlahnya sedikit berkurang," demikian kata Direktur Eksekutif SMRC Saiful Mujani saat paparkan hasil survei secara daring, Rabu (23/8/2023).

"Dan semua ini membuat Ganjar naik cukup signifikan (5,1%), menjadi seimbang dengan Prabowo (perbedaan di bawah 2x moe 1,6%), dan Anies tertinggal signifikan," tambahnya

 BACA JUGA:

Saiful juga berkata, pemilih lemah yang mendukung Prabowo lebih besar dibanding Ganjar. Dari hasil survei itu, pemilih lemah yang berpotensi pindah pilihan mendukung Prabowo berjumlah 11.1%, sementara Ganjar 11%.

"Pemilih yang dapat berubah sedikit lebih banyak pada pemilih Prabowo dibanding pada pemilih Ganjar," tandasnya.

Survei SMRC menggunakan metode wawancara tatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang terlatih pada 31 Juli-11 Agustus 2023. Populasi survei adalah WNI yang punya hak pilih dalam pemilu alias mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sampel basis 3710 responden dipilih secara random (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut dengan jumlah yang proporsional. Kemudian oversample dilakukan di provinsi-provinsi kecil sehingga jumlah sampel tiap provinsi minimal 100 responden dengan total sampel akhir adalah 5.000 responden. Sementara responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 4.260 (85%). Sebanyak 4.260 responden ini yang dianalisis.

Margin of error survei dengan jumlah sampel ini secara nasional diperkirakan kurang lebih 1,65% pada tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil quality control secara spot ceck pada 20% dari total sampel, tidak ditemukan kesalahan berarti.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement