JAKARTA - Berbagai peristiwa bersejarah dan penting terjadi pada 6 September setiap tahunnya di dunia. Di antaranya, wafatnya Pahlawan Nasional Jenderal AH Nasution.
Okezone merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting pada 6 September:
1. Pemakaman Putri Diana
Putri Wales kelahiran 1 Juli 1961 merupakan istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II. Ia juga merupakan pewaris takhta kerajaan Britania Raya dan 15 negara Persemakmuran Inggris.
Anak-anaknya, Pangeran William dan Harry masing-masing berada di posisi kedua dan keenam dalam urutan pewarisan takhta tersebut. Melalui pernikahannya dengan Charles, Diana dianugerahi gelar Putri Wales, gelar bagi istri putra mahkota dan calon permaisuri Britania Raya.
Diana meninggal pada 31 Agustus 1997 pada umur 36 tahun. Jenazahnya dilakukan proses pemakaman di Althorp, Northamptonshire, Inggris, Britania Raya pada 6 September 1997.
2. Wafatnya Jenderal AH Nasution
Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution meninggal dunia di Jakarta saat berusia 81 tahun pada 6 September 2000. Nasution merupakan Pahlawan Nasional Indonesia.
Ia juga merupakan salah satu tokoh TNI AD yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI).
Kendati selamat dari upaya penculikan tersebut. Nasution harus kehilangan putrinya, Ade Irma Suryani Nasution beserta ajudannya, Lettu Pierre Tendean.
3. Kelahiran Puan Maharani
Cucu Soekarno, Puan Maharani Nakshatra Kusyala lahir di Jakarta, 6 September 1973. Ia merupakan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012 - 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen).
Selain itu, sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR menggantikan Tjahjo Kumolo yang telah menjabat selama sembilan tahun. Cucu dari Presiden pertama RI Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda.
Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia itu meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.
4. KTT Pertama Gerakan Non-Blok
Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun.
Adapun tujuan organisasi tersebut seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havanatahun 1979 yakni untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme.
Kemudian, dari neokolonialisme, apartheid, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik.
Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.