Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ibu Raden Patah, Selir Raja Majapahit yang Dibuang karena Kecemburuan Permaisuri Campa

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 13 September 2023 |05:30 WIB
Kisah Ibu Raden Patah, Selir Raja Majapahit yang Dibuang karena Kecemburuan Permaisuri Campa
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Raden Patah merupakan putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit terakhir. Raden Patah yang kemudian didukung Wali Songo untuk menjadi raja pertama Kerajaan Demak, diketahui bukan berasal dari garis permaisuri.

Berdasarkan Babad Tanah Jawi, ibu Raden Patah adalah seorang perempuan Cina yang menjadi selir Prabu Brawijaya. Karena kurang disukai oleh permaisuri Brawijaya yang berasal dari Campa, selir Cina itu lantas dibuang ke Palembang, Sumatera.

“Karena permaisuri Prabu Brawijaya yang berasal dari Campa sangat cemburu dengan perempuan Cina yang dikisahkan sehari bisa berganti rupa tiga kali,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).

Serat Carita Purwaka Caruban Nagari menyebut nama selir Cina Raja Majapahit yang dibuang ke Palembang itu adalah Siu Ban Ci. Ia adalah putri Tan Go Hwat yang menikah dengan Siu Te Yo, seorang muslim Cina asal Gresik Jawa Timur.

Tan Go Hwat dikenal sebagai saudagar sekaligus ulama dengan nama Syekh Bantong. Trah Raden Patah sebagai cucu Tan Go Hwat juga dikuatkan pengembara Portugis Tome Pires dalam catatan Suma Oriental.

Di istana Majapahit, Siu Ban Ci merupakan salah satu selir kesayangan Prabu Brawijaya. Selain elok rupawan Siu Ban Ci juga terkenal cerdas. Karenanya keberadaannya telah membakar api cemburu permaisuri Brawijaya yang berasal dari Campa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement