Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kelakar Sarwo Edhie ke Mahasiswa : Masih Banyak Orang Kangen Sama Aidit

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 14 September 2023 |05:23 WIB
Kelakar Sarwo Edhie ke Mahasiswa : Masih Banyak Orang Kangen Sama Aidit
Sarwo Edhie Wibowo. (Ist)
A
A
A

KETEGANGAN masih terasa di mana-mana tiga bulan usai peristiwa mencekam pada 30 September (G30SPKI). Pemimpin PKI sebagian menghilang dan puluhan ribu kadernya ditangkap.

Namun, saat itu masih ada pimpinan PKI yang duduk di kabinet dan partai tersebut masih berkibar.

Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di Ibu Kota pun mempersiapkan aksi demonstrasi.

Pada 10 Januari, ribuan mahasiswa memadati kampus Universitas Indonesia (UI) di Salemba, Jakarta Pusat. Salah satu pemimpin Kesatuan Aksi Mahasiswa, Cosmas Batubara, tampak sibuk mengarahkan koleganya mempersiapkan ini dan itu. Sebuah panggung darurat disiapkan di halaman Fakultas Kedokteran UI.

Tepat pukul 08.30, sebuah jip militer merapat di depan gerbang kampus. Dari dalamnya, muncul Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Dua deputinya, Mayor CI Santosa dan Mayor Gunawan Wibisono, juga tampak mendampingi bos mereka.

Kedatangan Sarwo langsung disambut jabat tangan, dan mahasiswa segera berkerumun di sekelilingnya. Setengah jam kemudian, Sarwo Edhie didaulat naik ke atas panggung. Dengan seragam militer yang necis dan rapi, dia tampak percaya diri.

Di awal pidato, dia berterima kasih atas undangan mahasiswa dan, sambil bercanda, berterima kasih kepada PKI yang "membuat huru-hara sehingga mahasiswa bisa bersatu kembali".

"Gayanya memang begitu, cepat akrab dengan mahasiswa," kata Fahmi Idris, salah satu pemimpin mahasiswa UI ketika itu seperti dikutip pada buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965.

Sarwo lalu bercerita tentang perjalanan RPKAD memburu PKI di Jawa dan Bali, beberapa saat sebelumnya. Di akhir pidato, dia bertanya kepada mahasiswa, "Apakah masih ada yang belum diamankan?".

Ribuan mahasiswa berteriak kompak, "Aidit, Pak!" Sarwo Edhie tersenyum kecil, "Lho, kok, di mana-mana masih banyak orang kangen sama Aidit, ya?" Sebelum gemuruh tawa mereda, Sarwo melanjutkan dengan nada serius, "Kamu tidak usah merisaukan Aidit. Biar dia beristirahat di tempat lain."

Di akhir rapat akbar itu, mahasiswa menyodorkan naskah Tiga Tuntutan Rakyat alias Tritura kepada Sarwo Edhie. Isi Tritura adalah bubarkan PKI, susun kembali Kabinet Dwikora, dan turunkan harga sandang-pangan. "Kalau mahasiswa merasa yakin, saya anjurkan jalan terus. Tritura adalah hati nurani rakyat," kata Sarwo Edhie, disambut sorak-sorai mahasiswa.

Setelah Sarwo Edhie turun dari panggung, massa mahasiswa segera bergerak menuju Sekretariat Negara untuk berunjuk rasa. Di sana, naskah Tritura dibacakan di depan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh. Mahasiswa juga menyatakan mogok kuliah sampai ketiga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

Relasi mahasiswa dan tentara bertambah dekat seiring dengan makin seringnya terjadi kericuhan antara massa pendukung Sukarno dan para mahasiswa. Pada bulan-bulan pertama 1966, mahasiswa memang makin sering mengadakan unjuk rasa di depan Istana, dan makin kencang menuntut pembubaran PKI sesuatu yang berulang kali ditolak Presiden Sukarno. Semua aksi mahasiswa itu diam-diam dipantau dan dilindungi RPKAD.

Suasana makin gawat setelah mahasiswa bentrok dengan pasukan pengawal presiden, Cakrabirawa, pada 24 Februari 1966. Seorang mahasiswa, Arief Rachman Hakim, tewas. "Kami lalu minta RPKAD melatih mahasiswa," kata Fahmi Idris.

Setelah insiden itu, mahasiswa membentuk Resimen Arief Rachman Hakim-sebuah komando aksi yang sebagian anggotanya menerima pendidikan militer. "Kami juga dipinjami pistol," kata Fahmi bangga. Belakangan, nama resimen itu diganti. "Setelah diskusi dengan Pak Sarwo, beliau menyarankan namanya diganti jadi Laskar Arief Rachman Hakim saja," kata Fahmi, yang kemudian menjadi pemimpin pasukan mahasiswa itu.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement