JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo kerap melontarkan pernyataan tegas bahwa dirinya merupakan sosok yang independen dan tidak mudah disetir.
"Saya kira memang Ganjar harus menunjukkan independen karena memang salah satu yang menjadi hambatan dan kendala Ganjar Pranowo adalah narasi petugas partai dan Ganjar di bawah kendali partai," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo dalam keterangannya, Rabu (20/9/2023).
Ganjar sempat ditanya audiens soal isu presiden boneka dalam acara bertajuk “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang digelar Mata Najwa di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin 18 September 2023. Namun, isu yang dialamatkan kepada dirinya dilumat dengan tegas oleh Ganjar, bahwa presiden berbeda dengan kader partai.
"Presiden adalah presiden. Dia menjalankan amanat penuh dari konstitusi yang ada titik tidak ada komanya. Dia punya independensi penuh," ujarnya kala itu.
Ganjar juga sempat dicecar Najwa Shihab soal isu pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat dilontarkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Ganjar pun menegaskan, bahwa KPK justru butuh penguatan.
"Saya jawab ketiga kalinya. Satu, (KPK) dikuatkan. Dua, perlu revisi regulasi. Revisi regulasi membutuhkan satu treatment sendiri, political interplay," ujar Ganjar.
Pernyataan Ganjar dalam kesempatan tersebut diapresiasi Karyono. Ia menilai, Ganjar menggerus citra negatif dia sebagai capres yang hanya mendapat penugasan dari partai.
"Jawaban Ganjar yang berlawanan dengan Megawati cukup bagus dan elegan untuk meluruskan pemahaman terkait dengan petugas partai. Apa yang disampaikan Ganjar itu sudah tepat. Memang di satu sisi, Ganjar juga mengakui bahwa dirinya memang petugas partai. Namun, dia mengatakan juga dalam demokrasi itu tidak bisa mengabaikan partai politik," ujarnya.
Karyono menilai performa Ganjar dalam debat Bacapres di UGM sudah cukup bagus. Ia melihat Ganjar saat menyampaikan gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia di masa depan terlihat lugas, terstruktur, dan sistematis.
"Dia lebih lepas, tanpa beban. Selain itu, Ganjar tidak hanya menyampaikannya secara kualitatif, tapi juga kuantitatif. Itu menandakan Ganjar lebih menguasai masalah. Hanya saja, masih minim wawasan global. Oleh karena itu, Ganjar, perlu mengelaborasi isu global untuk menjawab berbagai tantangan," ucap Karyono.
Adapun soal isu presiden boneka terus dialamatkan kepada Bacapres yang didukung Partai Perindo, bahkan pada kesempatan berbeda yakni saat mengisi kuliah kebangsaan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Senin 18 September, ia juga mendapat pertanyaan serupa dari seorang mahasiswa.
Dengan tenang Ganjar menjawabnya bahwa rekam jejaknya di Jawa Tengah bisa menjadi gambaran betapa dirinya bekerja sesuai kehendak rakyat. Kendati, dirinya tak bisa lepas dari dinamika di internal partai politik.
"Saya kader partai, tapi presiden bukan, gubernur bukan. Itulah melayani," kata Ganjar.
Pada saat adu gagasan di UGM, Ganjar juga mendapatkan selama 90 menit untuk menyampakan gagasannya dan menjawab pertanyaan publik. Kemudian, Ganjar menyampaikan refleksinya di depan sebuah cermin.
"Kalau soal jabatan Njar, jangan pernah kamu kejar. Kalau memang itu takdirmu, laksanakan dengan baik. Jangan pernah korupsi," ujar Ganjar menirukan pesan kedua orangtua.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.