Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prajurit TNI Tangkap Simpatisan Kelompok Separatis Teroris di Bintuni

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Minggu, 24 September 2023 |12:27 WIB
Prajurit TNI Tangkap Simpatisan Kelompok Separatis Teroris di Bintuni
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Prajurit TNI menangkap salah satu simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST), Marthen Iba di Papua Barat, Minggu (24/9/2023). Penangkapan itu dilakukan usai pos Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 407/PK sektor Distrik Aroba Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, diserang Orang Tak Dikenal (OTK), Jum'at (22/9/2023).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kol Czi Ign Suriastawa, mengatakan penangkapan itu hasil dari sweeping yang dilakukan oleh TNI beserta aparat Kepolisian setempat. Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi.

“Setelah dilaksanakan pengejaran terhadap OTK yang melaksanakan penyerangan terhadap Pos TNI dan dilakukan sweeping di tempat-tempat yang dicurigai, dapat diamankan satu orang atas nama Marthen Iba sebagai simpatisan KST,” jelas Suriastawa.

Dirinya merincikan, barang bukti yang diamankan berupa, tiga pucuk senjata rakitan, delapan handphone serta identitas Marthen Iba. Selain itu terdapat pula satu perdana Telkomsel dan satu buah tas.

Dirinya mengatakan, serangan terhadap pos TNI merupakan upaya KST agar dianggap eksis keberadaannya. Namun prajurit yang berada di pos itu, tidak terpancing atas serangan itu. Prajurit tidak melakukan penindakan yang dianggap melanggar hukum.

"Kalau TNI melakukan balasan kemudian OTK tersebut meninggal dunia, maka pihak KST akan bilang bahwa aparat TNI - POLRI melakukan pembunuhan terhadap masyarakat sipil dan melanggar HAM, atau bisa jadi mancing TNI melakukan pengejaran untuk dilakukan penyergapan atau serangan balik terhadap TNI," katanya.

"Prajurit yang di pos tidak terpancing dengan taktik KST, tetap tenang dan fokus untuk penegakan hukum sehingga dilakukan sweeping untuk memisahkan antara rakyat dan simpatisan KST” sambung Kapen.

Diketahui, gangguan dari OTK terhadap Pos TNI di Aroba Teluk Bintuni, itu sempat disampaikan Dansatgas Yonif 407/PK Letkol Inf Hermawan Setya Budi. Beruntung dalam peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Laporan dari anggota di lapangan, terjadi gangguan terhadap Pos Aroba dari OTK sebanyak dua kali dengan total sebanyak delapan kali tembakan, namun tidak ada korban, anggota aman," ujar Dansatgas.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung meningkatkan siaga dan melaksanakan patroli perimeter seputaran pos, kios-kios yang menjual bahan makanan ke OTK dan sweeping seputaran Pelabuhan yang dilakukan bersama pihak Kepolisian Bintuni.

Kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyisiran Kampung Air Terjun, yang terletak sejauh tiga kilometer di belakang pos, serta patroli di pinggir pantai menggunakan long boat.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement