Berbeda dengan Soeharto yang mengaku bahwa saat dirinya berada di RSPAD Gatot Subroto pada malam 30 September 1965, Latief ingin membunuhnya bukan untuk memberitahu mengenai rencana penculikan tersebut.
"Dia justru akan membunuh saya. Tapi karena saya berada di tempat umum, dia mengurungkan niat jahatnya itu," kata Soeharto dalam wawancaranya bersama Der Spiegel pada 19 Juni 1970.
Namun, pada kesempatan berbeda, Soeharto menyampaikan hal tidak konsisten pada otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1988). Soeharto mengaku hanya melihat Latief dari jauh, tidak sempat untuk berinteraksi dengan dirinya.
Soal kepastian keberadaan Soeharto hingga 1 Oktober 1965 saat peristiwa biadab itu terjadi belum ada konkret. Hal itu seperti diungkapkan peneliti senior bidang Sejarah dan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Asvi Warman Adam.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.