NUSA DUA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum atau Forum Negara-Negara Pulau dan Kepulauan, resmi dimulai hari ini sampai 11 November besok di Nusa Dua, Bali. KTT AIS ini digelar untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan bagi lautan.
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu mengatakan, manfaat forum mungkin tidak akan langsung dirasakan oleh kita saat ini, namun dalam 10 hingga 15 tahun ke depan forum ini akan memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia termasuk Indonesia di dalamnya.
KTT AIS juga menjadi momentum gerakan bersama membangun ekonomi biru dunia. Ekonomi biru akan menjadi penggerak, pemulihan, dan transformasi ekonomi dengan berpegang pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.
Untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan bagi lautan, lanjutnya, negara pulau dan kepulauan perlu mengembangkan solusi cerdas dan inovatif yang berbasis alam. Dia berharap pertemuan di KTT AIS Forum dapat memupuk kolaborasi solid mengatasi tantangan di wilayah.
"Di sini pentingnya kolaborasi mengatasi tantangan bersama yang dihadapi negara-negara AIS terutama dalam empat hal yaitu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengembangan ekonomi biru, penanganan sampah plastik laut, dan tata kelola maritim yang baik," kata Odo saat kegiatan media gathering di Nusa Dua, Bali, Minggu (8/10/2023) malam.
Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Usman Kansong menjelaskan, agenda pertemuan berfokus pada tiga aspek penting; pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan mempererat solidaritas antara negara pulau dan kepulauan.
Usman mengatakan, forum KTT AIS menjadi bagian membangun solidaritas negara-negara pulau dan kepulauan mengatasi ancaman terhadap lingkungan. Karena, kalau terjadi bencana lingkungan, yang terkena pertama-tama itu adalah negara kepulauan.
"Misalnya ada beberapa negara pulau yang diramalkan akan tenggelam bila pemanasan global tidak bisa diatasi. Nah, kita ingin membangun solidaritas negara-negara kepulauan dan negara pulau dalam memulihkan kondisi lingkungan di dunia sembari kita meningkatkan ekonomi biru," terang Usman.
(Maruf El Rumi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.